Soroti Pemberian Kredit Perbankan, Jokowi Minta OJK Segera Fokuskan Hal Ini

Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Foto: Facebook/Presiden Joko Widodo)Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Foto: Facebook/Presiden Joko Widodo)

Pantau.com – Persoalan perbankan Nasional di Indonesia masih menjadi perhatian Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dunia perbankan Indonesia dianggap tidak ekspansif dan cenderung hanya menunggu bola.

Menunggu bola yang dimaksud Jokowi adalah dengan kapasitas kredit yang dimiliki Indonesia sebesar Rp640 triliun dan ketersediaan likuiditas juga pada angka Rp626 triliun, bank nasional hanya sibuk mengumpulkan dana pihak ketiga (DPK).

Sorotan mantan gubernur DKI jakarta itu tertuju kepada pemberian kredit kepada pengusaha kecil yang tidak merata. Ia menilai, kredit perbankan nasional seperti gali lobang tutup lobang.

“Tapi pemberian kreditnya susah, terutama kepada pengusaha kecil, menengah, mikro. Atau di atas kertas, pemberian kreditnya bagus tapi hanya ke debitur yang itu-itu saja, sehingga tidak menyebar dan tidak merata,” tulis Jokowi di akun Facebook Presiden Joko Widodo seperti dikutip Pantau.com, Jakarta, Minggu (21/1/2018).

Dengan kondisi seperti itu, Jokowi meminta segera dibentuk bank wakaf mikor yang ditujukan oleh kelompok mikro pelaku usaha. Hal ini tentu untuk mengatasi ketimpangan ekonomi yang menjadi permasalahan klasik di Indonesia.

“Karena itulah, untuk meningkatkan pemberian kredit, saya mendukung pendirian bank wakaf mikro oleh Otoritas Jasa Keuangan. Misalnya, bank wakaf mikro di lingkungan pesantren yang telah dibuka. UMKM harus diperhatikan, kalau kita ingin ketimpangan di negara kita semakin menyempit,” pungkasnya.


Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta