Pantau Flash
1 Tahun Pengabdian, Mendes PDTT Peroleh Penghargaan IPB
FOOD HEROES DAY: Perkuat Inovasi untuk Pahlawan Pangan yang Semakin Tangguh
Depok Kembali Perpanjang Pembatasan Jam Operasional Pusat Perbelanjaan
Wisatawan Reaktif COVID-19 di Bogor Bertambah, dari Jakarta Paling Banyak
Bea Cukai Jangkau Masyarakat Sekitar dengan Bahasa Madura

Sri Mulyani: APBN 2020 Dioptimalkan untuk Masyarakat Miskin

Headline
Sri Mulyani: APBN 2020 Dioptimalkan untuk Masyarakat Miskin Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Pantau.com/Ratih Prastika)

Pantau.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan porsi Anggaran Belanja dan Pendapatan Negara (APBN) tahun 2020 akan lebih optimal mendorong kesejahteraan masyarakat miskin dengan total alokasi mencapai Rp372,5 triliun.

"Ini merupakan salah satu fokus belanja pemerintah untuk mendukung pelaksanaan prioritas pembangunan dan penyelenggaraan pemerintah yang efisien dan efektif," katanya dalam keterangan pers di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak di Jakarta, Selasa (24/9/2019).

Menurutnya, anggaran sebesar itu untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), miskin dan rentan miskin.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut merinci alokasi anggaran itu digunakan untuk bantuan pangan/kartu sembako sebesar Rp28,1 triliun untuk 15,6 juta keluarga miskin.

Untuk peningkatan produktivitas pertanian, ia menjelaskan alokasi digunakan untuk yakni subsidi pupuk sebesar Rp26,6 triliun bagi 16,2 juta petani.

Baca juga: Sri Mulyani Akui Akses Teknologi Digital di Luar Jakarta Masih Rendah

Selain itu, mendukung pengembangan perekonomian desa melalui dana desa sebesar Rp72 triliun untuk 74.954 desa, termasuk 20.588 desa tertinggal dan 6.835 desa sangat tertinggal.

Untuk akses perumahan, Menteri merinci subsidi uang muka perumahan sebesar Rp600 miliar bagi 150 ribu keluarga MBR dan subsidi bunga kredit perumahan sebesar Rp3,9 triliun bagi 677 ribu keluarga MBR.

Sri Mulyani menambahkan untuk program keluarga harapan sebesar Rp29,1 triliun yang tunai diberikan untuk 10 juta keluarga miskin.

Pemerintah, lanjut dia, juga memberikan pembiayaan ultra mikro sebesar Rp1 triliun kepada 1,6 juta debitur yang merupakan dana bergulir.

Baca juga: Uji Beban Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek II Hingga Akhir Oktober

Subsidi bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp13,8 triliun bagi 16,47 juta debitur, bantuan modal usaha produktif Rp270 miliar bagi 135 kepala keluarga dalam kelompok usaha bersama atau Kube.

Bantuan bagi nelayan juga dialokasikan yakni untuk premi asuransi Rp33 miliar untuk 170 ribu nelayan, fasilitas kredit Rp3,2 miliar untuk dua ribu nelayan dan diversifikasi usaha sebesar Rp4,7 miliar untuk dua ribu nelayan.

Sedangkan untuk kesehatan, pemerintah mengalokasikan anggaran Rp132,2 triliun yang di antaranya untuk bantuan iuran melalui JKN-KIS mencapai 96,8 juta jiwa sebesar Rp48,8 triliun.

Sisanya dialokasikan untuk penurunan prevalensi stunting, penyediaan makanan tambahan bagi balita, ibu hamil kurang energi kronik, fasilitas kesehatan tingkat pertama sebanyak 233 unit dan imunisasi 1,8 juta bayi usia 0-11 bulan.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Nani Suherni
Penulis
Lilis Varwati

Berita Terkait: