Sri Mulyani Turut Angkat Bicara Soal Prediksi IMF

Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Pantau.com/Ratih Prastika)Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Pantau.com/Ratih Prastika)

Pantau.com Menteri Keuangan Sri Mulyani turut angkat bicara menanggapi penilaian Dana Moneter Internasional (IMF) mengenai prospek ekonomi Indonesia. Menurutnya, keterangan IMF tentu mempertimbangkan bagaimana suatu negara menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. 

Di sisi lain, Sri Mulyani mengungkapkan, pemerintah berupaya menjaga momentum sekaligus menyeimbangkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).  “Indonesia punya keinginan untuk menjaga momentum perekonomian dan stabilitas APBN. Jadi kita mencari titik balance,” ujar Sri Mulyani, Jakarta, Rabu (7/2/2018).

Baca juga: IMF Prediksi Ekonomi Indonesia Bisa Capai 6,5 Persen, Ini Alasannya

Nah salah satu upaya untuk mempertahankan stabilitas kinerja APBN, sambungnya, menjaga defisit anggaran dalam tingkat yang terkendali serta berada dalam batas. Batas yang dimaksud adalah, sesuai aturan undang-undang yaitu tiga persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). 

“Kita dengan defisit lebih rendah, terutama untuk membuat primary balance lebih kecil untuk menciptakan fiscal buffer. Karena ekonomi tidak selalu easy,” kata Sri Mulyani.

Ia mengatakan konsolidasi terhadap APBN bertujuan untuk menjaga defisit anggaran lebih terkendali. Hal itu bisa menjadi bantalan ketika terjadi gejolak ekonomi yang berasal dari luar. “Pada situasi yang baik, kita membuat APBN makin consolidate agar ketika ada shock dari luar, kita masih mempunyai space untuk intervensi,” pungkasnya.

Tim Pantau
Editor
Martina Prianti