Pantau Flash
Positif COVID-19 di DKI Jakarta Bertambah Terus hingga 7.153 Kasus
Kasus Positif COVID-19 RI 25.773, Nihil Kasus Baru di 10 Provinsi
Desak Presiden Jokowi Mundur, Ruslan Buton Dibawa ke Jakarta
AS Akhiri Hubungan dengan WHO, Trump: Mereka Dikendalikan China
Ada 4.599 Kendaraan Menuju Jakarta Diputarbalik

Sri Mulyani Usulkan Iuran BPJS Kesehatan Naik 100 Persen! Kelas I Rp160.000

Headline
Sri Mulyani Usulkan Iuran BPJS Kesehatan Naik 100 Persen! Kelas I Rp160.000 Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Antara/Sigid Kurniawan)

Pantau.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan besaran kenaikan iuran yang diusulkan oleh Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) akan tetap membuat keuangan BPJS Kesehatan defisit kembali di Tahun 2021.

"Menurut kami, dengan hitungan yang diberikan DJSN yang sudah pasti, kalau mengikuti tarif itu langsung Tahun 2020 dan 2021 sudah akan defisitnya muncul lagi," kata Menkeu Sri Mulyani dalam rapat bersama Komisi IX dan Komisi XI DPR RI di gedung parlemen Senayan Jakarta, Selasa (27/8/2019).

Baca juga: Dirut BPJS Kesehatan Bicara Soal Iuran: Kita Menyesuaikan dengan Hitungan

Ketua DJSN Achmad Choesni dalam paparannya di DPR menjabarkan usulan besaran kenaikan iuran BPJS Kesehatan, yaitu untuk peserta kelas tiga sebesar Rp42.000 dari sebelumnya Rp25.500, peserta kelas dua menjadi Rp75 ribu dari sebelumnya Rp51.000, dan untuk peserta kelas satu menjadi Rp120.000 dari sebelumnya Rp80.000

Choesni menjelaskan biaya untuk satu orang peserta per bulan terus meningkat dari tahun ke tahun. Perhitungan DJSN, biaya yang dibutuhkan setiap peserta dari seluruh kategori kelas untuk satu bulan sebesar Rp50.000.

Namun Sri Mulyani menjelaskan berdasarkan proyeksinya yang dilihat dari kenaikan jumlah peserta dan meningkatnya utilisasi, pada Tahun 2020 dan 2021 BPJS Kesehatan akan mengalami defisit lagi apabila menerapkan iuran rekomendasi DJSN tersebut.

Ia mengemukakan berdasarkan surat yang disampaikan oleh BPJS Kesehatan kepada Kementerian Keuangan bahwa perkiraan defisit lembaga jaminan kesehatan sosial tersebut akan mencapai Rp28,3 triliun pada Tahun 2019 dengan berbagai permasalahan yang ada saat ini. Ia bahkan menyusulkan agar iuran BPJS Kesehatan justru naik 100 persen. 

"DJSN tadi Rp75.000 untuk kelas III dan Rp120.000 untuk kelas I, kami mengusulkan Rp110.000 untuk kelas II dan Rp160.000 untuk kelas I yang akan kita mulai pada 1 Januari 2020," jelas Sri Mulyani.

Baca juga: Terungkap! Banyak Laporan Curang Badan Usaha ke BPJS Kesehatan

Dia mengatakan, usulan kenaikan iuran untuk peserta kelas III dari Rp25.500 menjadi Rp42.000 bisa diberlakukan. Kenaikan iuran kelas III dan dan Penerima Bantuan Iuran (PBI) bakal diberlakukan mulai Agustus 2019. 

Sementara untuk iuran peserta penerima upah (PPU) badan usaha sebesar lima persen dengan batas atas upah sebesar Rp12 juta atau naik dari yang sebelumnya Rp8 juta. Sedangkan iuran PPU pemerintah sebesar lima persen dari penghasilan (take home pay) dari yang sebelumnya lima persen dari gaji pokok ditambah tunjangan keluarga.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni

Berita Terkait: