Suka Dagang dan atau Berinvestasi? Mari Cermati Isu Global Berikut (1/1/2018, 21/09)

ilustrasi (Pantau.com/Fery Heryadi)ilustrasi (Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com  Pemerintah diimbau masih perlu untuk mewaspadai sejumlah isu yang dapat menggonyang laju pertumbuhan. Ekonom Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto, menyampaikan perkembangan kebijakan yang dikeluarkan oleh sejumlah bank sentral seperti The Fed (bank sentral Amerika), European Central Bank  (ECB), dan Bank of Japan (BOJ), perlu diwaspadai. 

“Ada beberapa langkah untuk memperketat kebijakan moneter mereka. Amerika Serikat yang masih akan terus melakukan kenaikan suku bunga, ECB dan BOJ dinilai akan melakukan penghentian atau pengurangan surat berharga,” kata Myrdal ketika dihubungi Pantau.com.

Menurut Myrdal, pemerintah perlu mewaspadai terjadinya arus modal keluar alias capital outflow. Kalau hal itu terjadi dikhawatirkan ada tren kenaikan yield secara global, yield obligasi patut diwaspadai juga.

Jika terjadi demikian, kekhawatiran adanya tekanan pada nilai tukar rupiah (kurs), bakal benar-benar terjadi. Nah, jika hal demikian terjadi bakal menyebabkan sejumlah hal muncul antara lain mendorong kenaikan harga jual (inflasi) terutama barang atau produk yang bahan bakunya masih impor serta, melemahnya daya beli masyarakat karena harga jual barang meroket tinggi. 

Selain itu, pemerintah dan pelaku usaha juga diimbau untuk memperhatikan efek geopolitik global. Pergolakan geopolitik cukup berpengaruh pada perkembangan investor di Indonesia antara lain konflik Suriah, faktor kontroversi nuklir Korea Utara, Pemilu Eropa, hingga kisruh pernyataan Trump mengenai Yerussalem.

“Cukup banyak geopolitik yang terjadi, dan 2018 masih akan terus berlangsung dikhawatirkan kalau itu terjadi mempengaruhi keinginan investor global datang ke negara berkembang seperti Indonesia,” katanya.

Tim Pantau
Editor
Martina Prianti
Penulis
Martina Prianti