Pantau Flash
Kemenparekraf Peringkat Pertama Anugerah KIP Kategori Menuju Informatif
Mentan SYL Resmikan Penggilingan Padi dan Salurkan Bantuan di Bulukumba
COVID-19 RI Pecah Rekor Lagi! Kasus Positif Naik 6.267 dengan Total 534.266
Polisi Bakal Panggil Pihak RS Ummi Diduga Halangi Satgas Soal Swab HRS
Survei SMRC: Mayoritas Publik Tak Mau Tunda Pilkada 2020

Survei: Hanya 38 Persen Pekerja yang Masih Merasa Bahagia

Survei: Hanya 38 Persen Pekerja yang Masih Merasa Bahagia Ilustrasi dunia kerja. (Foto: Insider)

Pantau.com - Tidak terasa, masa pandemi telah berlangsung lebih dari setengah tahun. Berbagai perubahan telah dialami, yang menyenangkan maupun kurang menyenangkan. Bagaimana dengan kamu? Perubahan apa saja yang sudah kamu alami dalam kehidupan pribadi maupun pekerjaan? Apakah kamu merasa bahagia?

Sebuah survei dari JobStreet yang diikuti lebih dari 5,000 responden di Indonesia membuktikan bahwa sebelum terjadinya pandemi, 93 persen responden merasa bahagia dengan kualitas hidup mereka. Namun, saat ini, jumlah tersebut turun menjadi hanya 38 persen yang masih merasa bahagia.

Salah satu penyebab menurunnya angka kebahagiaan adalah dampak pandemi terhadap pekerjaan. 35 persen responden telah diberhentikan secara permanen dari pekerjaan mereka dan 19 persen tidak bekerja untuk sementara waktu.

Baca juga: Di Masa Pandemi, Jobstreet Beri Kemudahan Para Pencari Kerja

Bagi yang masih bekerja, 34 persen tidak mendapat bonus; 31 persen menghadapi pengurangan gaji; dan 29 persen responden menghadapi kemunduran dalam kenaikan gaji. Menurut survei JobStreet, 89 persen karyawan merasa bahagia dengan pekerjaan mereka sebelum terjadinya pandemi. Namun, sekarang hanya 49 persen yang masih merasa bahagia.

"Sikap positif atau bahagia adalah cerminan dari suasana hati kita, dan berdampak ke perilaku kita, termasuk dalam bekerja maupun mencari kerja. Bagi kita yang sudah bekerja, sikap yang positif akan berpengaruh terhadap keputusan yang kita ambil dan juga produktivitas saat bekerja. Bagi yang masih mencari kerja, saat sikap kurang positif, proses melamar kerja pun bisa terdampak dan menjadi kurang maksimal. Seseorang mungkin tidak akan menghasilkan CV atau surat lamaran yang terbaik, atau saat wawancara pun mungkin caranya menghadapi user/pewawancara juga akan kurang maksimal,” ujar Psikolog Theresia Ceti Prameswari Psi.

Adapun beberapa tips untuk bisa terus bersikap positif dari Theresia Ceti Prameswari Psi. bagi pekerja yang sedang menghadapi kesulitan dalam pekerjaan, maupun yang sedang mencari kerja:

1. Kenali Dirimu

Agar kamu bisa bersikap positif, hal pertama dan paling penting yang harus dilakukan adalah mengenali dirimu dan mengetahui apa yang kamu mau. Banyak orang belum tahu apa yang mereka inginkan dan apa yang dapat membuat mereka bersemangat, dalam kehidupan pribadi maupun pekerjaan.

Untuk membantu kamu bisa bersikap lebih positif dalam hidup, renungkan dan putuskan pekerjaan seperti apa yang benar-benar kamu inginkan dan dapat membuatmu bersemangat. Jika diperlukan, jangan enggan meminta bantuan orang lain untuk bisa lebih mengenali dirimu.

Webinar atau online class juga bisa menjadi pilihan yang dapat membantumu menemukan apa yang sebenarnya kamu inginkan. Kenali dirimu, ketahui tujuanmu, dan rasakan hal positif dalam dirimu.

2. Cari Kesenjangan

Setelah lebih mengenali diri, perhatikan kembali hidup kamu dan cari tahu apakah ada kesenjangan antara harapan dan kenyataan. Coba perhatikan apakah yang kamu lakukan sekarang sudah sesuai dengan harapan, atau paling tidak sudah mengarah ke sana.

Sikap kurang positif bisa timbul karena adanya kesenjangan tersebut. Tanyakan kembali dirimu, apa yang sebenarnya kamu inginkan dalam hidup? Apa yang benar-benar bisa membuat kamu bahagia? Temukan kesenjangan tersebut dan lakukan perubahan.

3. Ambil tindakan

Setelah mengetahui kesenjangan dan yakin akan sumber kebahagiaan, lakukan apa yang perlu untuk menggapai harapan kamu. Penerapan ide dan usaha mencapai tujuan dapat memberikan semangat yang positif. Jangan sungkan meminta bantuan dan pendapat orang lain dalam mendapatkan ide dan masukan.

“JobStreet mengerti tantangan yang dihadapi masyarakat Indonesia di masa pandemi ini. Banyak orang yang kehilangan pekerjaan dan banyak juga yang penghasilan per bulannya terdampak oleh situasi saat ini. Sebagai situs lowongan kerja dan karier nomor 1 di Indonesia, JobStreet ingin membantu masyarakat Indonesia untuk mendapatkan pekerjaan yang terbaik dan yang bisa mereka nikmati agar kembali merasa bahagia,” ujar Faridah Lim, Country Manager JobStreet Indonesia.

Selanjutnya, menurut Theresia terdapat empat bagian yang perlu disiapkan dalam diri kita saat bekerja atau mencari kerja:

Body (tubuh): Siapkan fisik kamu untuk melakukan aktivitas bekerja.
Mind (pikiran): Siapkan pikiran untuk bekerja sesuai kapabilitas dan kompetensi.
Heart (hati): Siapkan hati untuk bekerja di tempat di mana kamu dihargai.
Soul (jiwa): Siapkan jiwa kamu dalam mencari makna dari pekerjaan yang kamu lakukan.

Memang tidak mudah bagi mereka yang pekerjaannya terdampak oleh pandemi untuk bisa terus memiliki sikap yang positif. Tapi cobalah untuk mempertahankan sikap positif.

Baca juga: 4 Daftar Pekerjaan yang Paling Banyak Diklik Jobstreet

Bagi mereka yang kehilangan pekerjaan, sikap positif dapat membantu mengendalikan emosi dengan lebih baik serta membantu untuk bangkit kembali setelah penolakan saat melamar pekerjaan baru.

Kemudian yang ang saat ini diharuskan bekerja di rumah, mempertahankan sikap positif dapat membantu kamu untuk tetap produktif dan mencegah kamu dari merasakan tekanan berlebihan.

“Bagi kamu yang menghadapi kesulitan dalam pekerjaan sekarang, ataupun sedang mencari pekerjaan, bertahanlah dan terus jaga sikap yang positif. Apapun yang kamu lakukan dapat menjadi lebih baik dengan sikap yang positif. Teruslah produktif dan bersyukur untuk kesempatan yang kamu dapatkan setiap harinya. Hasil terbaik niscaya kamu dapatkan,” tutup Faridah Lim.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta

Berita Terkait: