Susul Tiongkok dan India, Ekonomi Indonesia ‘Comfortable’

Kepadatan lalu lintas mewarnai jalan Jakarta utamanya saat jam kerja berakhir. (Pantau.com/Fery Heryadi)Kepadatan lalu lintas mewarnai jalan Jakarta utamanya saat jam kerja berakhir. (Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, Suahasil Nazara mengatakan, pencapaian pertumbuhan ekonomi 2017 sebesar 5,07 persen, tidak terlalu meleset dari proyeksi 5,2 persen yang ditetapkan pemerintah.

Meski demikian, Ia menyebutkan ekonomi Indonesia merupakan terbaik ketiga di antara negara G20.

“Angka 5,1 persen, cukup membahagiakan dan kita cukup ‘comfortable’. Kalau dibandingkan secara internasional sudah cukup tinggi. Kita nomor tiga sesudah Tiongkok dan India,” ujar Suahasil.

Ia mengatakan, untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, pemerintah bersama dengan otoritas moneter akan terus bersinergi dalam menjaga fundamental ekonomi makro.

Pemerintah juga terus mendorong pertumbuhan sektor riil dan industri manufaktur. Melalui deregulasi perizinan dan berbagai kemudahan lainnya, agar hambatan dalam berusaha mulai berkurang.

“Kita harapkan ini dilihat terus oleh dunia internasional baik oleh lembaga pemeringkat, investor atau lembaga multilateral yang lain, yang secara berkelanjutan terus memperhatikan Indonesia,” kata Suahasil.

Sementara itu tahun ini, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 5,4 persen. 

Tim Pantau