Pantau Flash
Said Aqil Umumkan Siap Maju Lagi Jadi Calon Ketua Umum PBNU
Buka-bukaan Menpora, Akui Tak Ikut Campur Keputusan PBSI Mundur dari BWF
Ribuan Buruh Terobos Barikade, Polisi: Aksi Boleh Panas tapi Kepala Harus Dingin
Kala Jokowi Beli Jaket Boomber Motif Tenun Dayak Sintang, Langsung Dipakai!
Satu Keluarga Tewas dalam Kebakaran di Tambora, Polisi Turun Tangan

Tak Bosan, Fadli Zon Ingatkan Soal Perang Dagang Bisa Sentil Ekonomi RI

Tak Bosan, Fadli Zon Ingatkan Soal Perang Dagang Bisa Sentil Ekonomi RI Fadli Zon (Foto: Pantau.com/Bagaskara Isdiansyah)

Pantau.com - Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mengingatkan tantangan-tantangan eksternal yang berpeluang memberi dampak terhadap kondisi ekonomi dalam negeri.

"Ada hal-hal yang realistis, ada hal-hal yang memang memerlukan perjuangan yang lebih besar, terutama menurut saya tantangan-tantangan eksternal dengan adanya perang dagang dan kondisi-kondisi eksternal itu akan mempengaruhi faktor domestik," kata Fadli setelah menghadiri penyampaian keterangan pemerintah atas Rancangan Undang-Undang (RUU) Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam rapat paripurna sidang tahunan MPR-DPR 2019 di Jakarta, Jumat (16/8/2019).

Baca juga: Lama Tak ada Kabar, Freeport Rupanya Tak Ekspor Konsentrat Selama 3 Bulan

Dalam kesempatan yang sama, dia mengingatkan agar pemerintah perlu melakukan kajian-kajian mendalam terhadap berbagai strategi finansial dan ekonomi.

"Ini yang menurut saya harus kita kaji karena target-target kita terutama target pertumbuhan yang ditetapkan pemerintah sendiri dengan DPR kan lima tahun tidak ada yang sesuai target," tuturnya.

Baca juga: 5 Perubahan Energi Jika Mobil Listrik Siap Mengaspal di Indonesia

Terkait target pertumbuhan ekonomi, dalam pidatonya Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa pada semester satu 2019 mencapai 5,06 persen. Hal itu merupakan peningkatan setelah pada 2015 pertumbuhan ekonomi berada di angka 4,88 persen namun menurun jika dibandingkan pertumbuhan ekonomi pada 2018 yang berada di angka 5,17 persen.

Pada 2020, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3 persen dengan konsumsi dan investasi sebagai poros penggerak utama.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni

Berita Terkait: