Pantau Flash
Bupati Anne: Purwakarta Tidak Akan Ambil Kebijakan Lockdown
283 Jenazah di DKI Jakarta Dimakamkan dengan Protokol COVID-19
Aktor John Callahan Meninggal Dunia Akibat Stroke
81 Tenaga Medis di Jakarta Terinfeksi Virus Korona
Erick Thohir: Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Terus Jalan

Tak Ekspor Nikel di 2020, China dan Korsel Kepincut Bangun Pabrik di RI

Tak Ekspor Nikel di 2020, China dan Korsel Kepincut Bangun Pabrik di RI Menko Maritim, Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: Pantau.com/Ratih Prastika)

Pantau.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyebutkan bahwa China dan Korea Selatan ingin membangun pabrik di Indonesia karena ada larangan ekspor nikel yang akan mulai diberlakukan Januari 2020.

Luhut dalam keterangan tertulis  menyebutkan hal itu dinilai menjadi dampak positif larangan ekspor nikel untuk meningkatkan hilirisasi di dalam negeri.

"Pada pertemuan dengan LG Chemical di Seoul beberapa hari lalu mereka mengatakan sedang mempertimbangkan pengembangan fasilitas produksi baterai lithiumnya di Indonesia setelah mendengar rencana Indonesia untuk menerapkan pelarangan ekspor biji nikel efektif Januari 2020 dan juga setelah harga nikel di pasar global yang terus naik," katanya di Beijing, Minggu, usai menghadiri ASEAN-China Expo di Nanning, China.

Baca juga: Perusahaan Perjalanan Inggris Thomas Cook Resmi Menyatakan Bangkrut

Kendati demikian, LG Chemical belum menentukan mitra dengan perusahaan. Perusahaan asal Korea Selatan itu kemungkinan bisa menggandeng China atau Volkswagen, perusahaan pembuat mobil Jerman yang sekarang sedang mengembangkan produk mobil listriknya.

Menurut Luhut, rencana tersebut akan mendukung rencana pemerintah mengembangkan kendaraan listrik. Terlebih, bahan baku baterai mobil listrik adalah nikel dengan kadar di bawah 1,4 persen yang saat ini masih diekspor.

"Mobil listrik juga menggunakan aluminium dan 'carbon steel' seperti untuk bagian casisnya, mesin dan lainnya. Dengan demikian, kita berharap penerimaan pajak akan meningkat dan membuka lebih banyak lapangan kerja," ungkapnya.

Di sela-sela kunjungannya ke ASEAN-China Expo tersebut, Luhut sempat bertemu dengan Wakil Ketua Komisi Pembangunan Nasional dan Reformasi Cina (NDRC) Ning Jizhe.

Baca juga: Jalan Tol Serpong-Balaraja Dukung Pengembangan Wilayah Barat Jakarta

Dalam kesempatan itu Ning menyampaikan dampak pelarangan ekspor nikel juga dirasakan oleh negaranya yang 50-75 persen pasokan nikelnya bergantung pada ekspor dari Indonesia.

Dalam pertemuan itu Luhut juga meminta Ning untuk menyampaikan keberatan Indonesia kepada China atas penerapan kenaikan bea masuk antidumping terhadap produk baja stainless asal Indonesia.

Di lain pihak, Ning juga meminta Luhut untuk membantu percepatan pembangunan kereta api cepat Jakarta-Bandung yang progresnya baru mencapai 28 persen.

Menanggapi permintaan tersebut, Luhut mengatakan akan menyampaikan hal itu kepada pemerintah Indonesia.


Tim Pantau
Penulis
Nani Suherni

Berita Terkait: