Pantau Flash
Ditetapkan Sebagai Tersangka, Siscae Akui Lakukan Adegan Asusila di Sejumlah Wilayah di Yogyakarta
Ribuan Kader NU Berdoa untuk Sukseskan MotoGP Sirkuit Mandalika 2022
Presiden Jokowi Perintahkan Pengerahan Bantuan Kesehatan dan Logistik untuk Korban Erupsi Semeru
BPBD Lumajang Sebut Ribuan Orang Mengungsi dan Ratusan Orang Luka-Luka Akibat Erupsi Semeru
BMKG Keluarkan Peringatan Potensi Terjadi Banjir Rob di Pesisir Sulawesi Selatan Pada 5-7 Desember 2021

Tak Hanya China-AS, Ekonomi Dunia Melambat dan Bisa Menuju Resesi

Headline
Tak Hanya China-AS, Ekonomi Dunia Melambat dan Bisa Menuju Resesi Mata Uang Dolar AS dan Rupiah (Foto: Antara)

Pantau.com - Organisasi Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD), sebuah kelompok ekonomi antar pemerintah, baru saja memangkas perkiraan pertumbuhan global ke level terendah satu dekade.

OECD memproyeksikan ekonomi dunia akan tumbuh hanya 2,9 persen pada tahun 2019, yang akan menjadi perkiraan terendah sejak 2009. Pada tahun 2020, pertumbuhan diperkirakan akan naik hingga 3 persen. Hanya 18 bulan yang lalu, organisasi masih mengharapkan pertumbuhan 4 persen.

Baca juga: Pria Terkaya Jepang Khawatir Brexit Bisa Ubah Inggris Jadi 'Orang Sakit'

Ketegangan perdagangan yang sedang berlangsung juga membebani investasi bisnis dan kepercayaan diri justru menambah ketidakpastian. Investasi bisnis yang lesu telah menciptakan celah investasi yang akan memiliki dampak jangka panjang dan struktural pada pertumbuhan, menurut kepala ekonom OECD Laurence Boone. Dengan kata lain  bisa memunculkan pertumbuhan yang lebih lambat menjadi normal baru.

"Diperlukan respons yang mendesak, jika gagal kami berisiko menemukan diri kami terjebak dalam periode pertumbuhan yang panjang, beban terbesar akan dirasakan terutama oleh yang paling rentan," kata Boone dalam sebuah postingan blog yang dilansir CNN.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni

Berita Terkait: