Pantau Flash
Menkes Terawan: 9 WNI Positif Korona di Diamond Princess Tidak Sakit Berat
Kompetisi J-League Ditunda Akibat Virus Korona
Pemerintah Berikan Diskon Tarif Pesawat Akibat Serangan Korona
Komisi III DPR RI Desak MenkumHAM Yasonna Laoly Evaluasi Pegawai
Mentan Syahrul Yasin Limpo Dorong Mahasiswa IPB Jadi Petani Modern

Tak Laku di Indonesia, Jasa Uber Eats Malah Laris Manis di Jepang

Tak Laku di Indonesia, Jasa Uber Eats Malah Laris Manis di Jepang Layanan Uber Eats (Foto: Reuters/Valentyn Ogirenko)

Pantau.com - Uber salah satu aplikator ojek online yang gulung tikar di Indonesia ini rupanya sukses di negara sakura. Uber Eats dan jaringan toko swalayan Jepang Lawson (2651.T) pada hari Selasa mengumumkan kemitraan pengiriman di pusat Tokyo, yang berupaya memanfaatkan permintaan yang meningkat untuk pengiriman cepat makanan dan barang-barang sehari-hari ke rumah.

Lawson mengatakan akan mulai menjual sekitar 100 produk termasuk kotak bento, ayam goreng, dan kertas tisu melalui Uber Eats mulai Kamis 29 Agustus 2019 awalnya untuk pengguna di dekat tokonya di Shinjuku dan Shinagawa sebelum ekspansi kemudian.

Baca juga: Ekspor Cangkang Sawit Ke Jepang, RI Penuhi Bahan Energi Hijau Dunia

Toko terbesar ketiga di negara itu, yang saat ini tidak menawarkan layanan pengiriman online. Mereka mengatakan tiga bulan ke depan akan menjadi fase eksperimental, di mana ia akan mempelajari data penjualan sebelum mempertimbangkan peluncuran yang lebih luas.

Sepeda dan skuter pengiriman Uber Eats adalah pemandangan yang semakin umum di Tokyo bahkan saat layanan naik-naik induknya Uber Technologies (UBER.N) masih dilarang di Jepang.

Baca juga: Faktor Ini Bikin Jakarta Harus Lepas Predikat Jadi Ibu Kota Selama 58 Tahun

Uber tidak akan mengungkapkan nomor pengguna, tetapi mengatakan sekarang memiliki kemitraan dengan 10.000 restoran di Jepang, termasuk beberapa toko rantai seperti McDonald (2702.T) dan KFC (9873.T), dibandingkan dengan 150 ketika dimulai pada 2016.

Langkah ini juga datang ketika Lawson dan saingan yang lebih besar 7-Eleven (3382.T) dan FamilyMart (8028.T) menghadapi perlambatan setelah bertahun-tahun ekspansi, dengan analis mengutip kejenuhan, persaingan dari toko obat diskon dan tenaga kerja yang menyusut.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni
Category
Ekonomi

Berita Terkait: