Pantau Flash
Seorang Warga Ciomas Positif, Total Pasien COVID-19 Kab Bogor Jadi 14 Orang
Rapid Test di Stadion GBLA Bandung Batal Setelah Ditolak Warga Setempat
Investor Menjauh, Rupiah Melemah 16.528 per Dolar AS
Novel Baswedan Dihadirkan di Sidang Penyimaran Air Keras
UEFA Perpanjang Penundaan Liga Champions dan Liga Europa

Teknologi Pertanian di Ciamis: Limbah Disulap Jadi Bio Insectisida Guys

Teknologi Pertanian di Ciamis: Limbah Disulap Jadi Bio Insectisida Guys Penampakan mesin asap cair (Foto: Kementerian Pertanian)

Pantau.com - Kalian yang jadi sarjana pertanian malah move on ke bidang lain selain pertanian, kalian harus bisa menilik Gerakan pemuda tani Indonesia (GEMPITA) yang satu ini nih. 

Pasalnya mereka rupanya bisa membuatan pestisida Asap cair grade 3 berbahan baku sekam padi, tempurung dan serbuk gergaji di Desa Janggala Kecamatan cidolog kabupaten Ciamisi. Rupanya, kegiatan ini sudah berlangsung sejak tahun 2017 untuk pendampingan kepada petani terutama dalam pertanian berbasis pemanfaatan limbah, juga dalam hal regenerasi petani.

Di daerah ini tercatat petani baru yang berusia kurang dari 36 tahun sebanyak 68 orang. Serta termanfaatkannya lahan yang selama ini tidak produktif seluas kurang lebih 63 hektare.

Baca juga: Kualitas Jagung RI Tidak Kalah dengan Impor, Muncul #SaveJagungNasional

Kepala Balai penyuluh pertanian kecamatan Cidolog sekaligus plt kepala BPP, Novi Ariani menyatakan kehadiran Gempita sangat membantu tugas tugas penyuluh terutama teknis budidaya, regenerasi, pengorganisasian petani serta pemanfaatan teknologi tepat guna, karena memang keterbaatasan penyuluh dalam hal jumlah personalia serta luasnya jangkauan wilayah binaan.

Sementara itu perwakilan dari Kecamatan Cidolog Surahmat, menjelaskan pentingnya regenerasi petani serta mental wira usaha bagi petani muda di desa, sehingga tak ada lagi pemuda desa pergi ke kota hanya untuk menjadi pencari kerja. Apalagi, ia juga sebagai pegiat budidaya lalat maggot dan menjadi pionir usaha maggot di kecamatan cidolog. 

Apa itu asap cair?

Asap cair adalah pemanfaatan pembakaran sampah organik yang asapnya disalurkan melalui pipa yang didinginkan dengan prinsip evavorasi, sehingga asap yang terkondensasi berubah menjadi cairan. 

Dengan memanfaatkan limbah pertanian, bio insectisida ini akan menyuburkan tanah, menetralisir asam tanah sekaligus melindungi dari hama tanaman. 

Baca juga: Ekspor Cangkang Sawit Ke Jepang, RI Penuhi Bahan Energi Hijau Dunia

Sekretaris korda Gempita Ciamis, Adi hendriyus menjelaskan bahan baku asap cair bisa juga menggunakan tempurung kelapa dan serbuk gergaji. Hasilkan penggemburan dari uap pembakaran secara langsung maupun tidak langsung dari bahan bahan yang banyak mengandung ligrin, selukosa serta senyawa karbon lainnya.  

"Untuk 50 kg sekam padi diperoleh 1.5 liter bio Insectisida grade 3," jelas adi 

Adi menjelaskan, prinsipnya ini upaya membangun ekosistem pertanian, sehingga semua kebutuhan pupuk dan pestisida dapat dibuat secara mendiri oleh petani dengan menerapkan system zero waste, khususnya bagi KUB agar layanannya kepada petani untuk pemenuhan saprodi makin lengkap.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni

Berita Terkait: