Pantau Flash
Pelanggan Netflix dan Spotify Akan Dipungut Pajak 10 Persen
Gugus Tugas: Vaksin COVID-19 Buatan RI Diproduksi Pertengahan 2021
COVID-19 per 7 Juli: Ada 1.268 Kasus Baru, Total Positif di RI 66.226
Juni 2020, BI: Cadangan Devisa RI Naik Jadi 131,7 Miliar Dolar
Mentan: Realisasi Anggaran hingga Juli 2020 Capai 44,03 Persen

Terhimpit Atas-Bawah, Ekonom Sebut Perbankan Bak Hamburger

Headline
Terhimpit Atas-Bawah, Ekonom Sebut Perbankan Bak Hamburger Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Perkembangan bisnis digital ternyata memunculkan bisnis-bisnis baru termasuk di bidang ekonomi. Perbankan sebagai industri yang sudah eksis sejak lama harus turut menyesuaikan dengan perkembangan saat ini. 

Ekonom Senior Institute for Development of Economic and Finance (INDEF) Aviliani mengungkapkan industri perbankan saat ini sedang berada dalam dua himpitan.

"Bank kalau diibaratkan hamburger sekarang dia ditengah, dijepit oleh Fintech di bawah dan dijepit pasar modal diatas," ujarnya saat ditemui saat diskusi di Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin malam (20 Mei 2019).

Baca juga: Defisit Transaksi Catat Sejarah, Jokowi: Semua Kok Impar-impor

Sebab kata dia, saat ini permodalan untuk korporasi sudah banyak yang memanfaatkan surat utang melalui pasar modal. Sementara untuk pasar UMKM banyak pula yang beralih ke Fintech. 

"Bank hanya sebagai tempat uang saja, PR nya gimana harus mulai berpikir bagaimana bekerja sama dengan Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKNB)," ungkapnya.

Sebab kata dia, bank tak bisa lagi mengandalkan pendapatan dari kredit sehingga harus membangun ekosistem salah satunya dengan membangun kolaborasi khususnya, dengan industri-industri baru. 

"Mau gak mau pendapatan gak bisa lagi dari kredit yang harus kejar, dia harus punya ekosistem. Karena dari 114 bank yang punya ekosistem baru 30 bank yang lain belum punya," pungkasnya.


Tim Pantau
Penulis
Nani Suherni
Reporter
Ratih Prastika

Berita Terkait: