Pantau Flash
1 Tahun Pengabdian, Mendes PDTT Peroleh Penghargaan IPB
FOOD HEROES DAY: Perkuat Inovasi untuk Pahlawan Pangan yang Semakin Tangguh
Depok Kembali Perpanjang Pembatasan Jam Operasional Pusat Perbelanjaan
Wisatawan Reaktif COVID-19 di Bogor Bertambah, dari Jakarta Paling Banyak
Bea Cukai Jangkau Masyarakat Sekitar dengan Bahasa Madura

Terimbas Boikot, Penjualan Mobil Jepang di Korea Selatan Terjun Bebas

Terimbas Boikot, Penjualan Mobil Jepang di Korea Selatan Terjun Bebas Ilustrasi mobil Toyota. (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Pembuat mobil Jepang mencatat penurunan penjualan yang lebih tajam di Korea Selatan pada Agustus, data industri menunjukkan pada hari Rabu, dilanda boikot konsumen terhadap kendaraan Jepang di tengah pertikaian diplomatik yang memburuk antara kedua negara.

Toyota Motor Corp (7203.T) dan pembuat mobil Jepang lainnya melihat penjualan di Korea Selatan jatuh 57 persen menjadi 1.398 kendaraan pada Agustus dari tahun sebelumnya, lebih curam dari penurunan 17 persen pada Juli.

Baca juga: Nikel Tak Diekspor Lagi, RI Makin Berpotensi Jadi Produsen Mobil Listrik

Keputusan Jepang pada bulan Juli untuk memperketat kontrol pada ekspor bahan yang digunakan Korea Selatan untuk membuat semikonduktor dan tampilan layar telah mendorong reaksi konsumen di Korea. Mereka memboikot produk-produk Jepang seperti bir, pakaian, kendaraan dan tur ke negara tetangga.

Hubungan antara kedua sekutu AS telah memburuk atas tuntutan Korea Selatan untuk kompensasi Jepang untuk pekerja paksa Korea Selatan selama Perang Dunia Kedua.

Baca juga: Indonesia Tak Ekspor Lagi, Ini 5 Produksi yang Tak Lepas dari Bahan Nikel

Penjualan Toyota Korea Selatan turun 59 persen menjadi 542 pada Agustus dari tahun sebelumnya, sementara penjualan Honda Motor (7267.T) turun 81 persen menjadi 138.

Toyota Lexus adalah merek Jepang terlaris di Korea Selatan, dengan penjualan mencapai 603 kendaraan pada bulan Agustus, naik 7,7 persen dari tahun lalu, tetapi turun 39 persen dari bulan Juli.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni

Berita Terkait: