Ternyata, Ini Penyebab Harga Minyak Fluktuatif di Pasar Dunia

ilustrasi (Pantau.com/Fery Heryadi)ilustrasi (Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com Asumsi harga minyak untuk postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 yang dipatok USD48 per barel, nampaknya bakal terlewati. 

Bagaimana tidak, Badan Energi Internasional (IEA) menyampaikan pasokan minyak global akan melampaui permintaan tahun ini. 

Laporan terbaru mereka menyebutkan, produksi meningkat dengan cepat di negara-negara non-OPEC (Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak), yang dipimpin oleh Amerika, melahirkan kemungkinan akan tumbuh lebih besar dari permintaan pada 2018.

Meski demikian, OPEC memperkirakan permintaan minyak dunia akan tumbuh lebih cepat dibandingkan perkiraan awal untuk 2018. 

Pertumbuhan permintaan minyak global untuk tahun ini telah meningkat sedikit menjadi 1,4 juta barel per hari (bph), sebagian karena perkiraan optimis produk domestik bruto (PDB) dari Dana Moneter Internasional (IMF).

Pada perdagangan hari Rabu (14/2/2018) atau Selasa waktu setempat, harga minyak dunia di pasar dunia untuk patokan harga minyak Amerika, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret, turun tipis USD0,10 menjadi USD59,19 per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, patokan global, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman April, naik USD0,13 menjadi USD62,72 per barel di London ICE Futures Exchange.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara