Pantau Flash
Kemenkes Catat 1,4 Juta Penduduk Indonesia Sudah Divaksin COVID-19
Bertambah 8.493, Total Kasus Positif COVID-19 di Indonesia Kini 1.314.634
Buntut Penembakan TNI Cengkareng, Propam Polri Larang Polisi ke Kafe dan Minum Miras
Sebanyak 4.269 Pasien COVID-19 Dirawat di RSD Wisma Atlet
Bripka CS Jadi Tersangka Penembakan Anggota TNI di Cengkareng

Thailand Terancam Krisis Ekonomi karena Tuduhan Manipulasi Pemilu

Thailand Terancam Krisis Ekonomi karena Tuduhan Manipulasi Pemilu Ilustrasi. (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Kurang dari dua bulan sejak berkuasa, pemerintah pasca-junta Thailand berusaha menangkis serangkaian penentangan terhadap keberadaannya, termasuk badai politik seputar kegagalan Kabinet untuk mengucapkan sumpah jabatan secara lengkap.

Pemilihan umum pada Maret mengembalikan pemimpin kudeta pada 2014, PM Prayut Chan-ocha, ke kursi kekuasaan di tengah-tengah kritik luas bahwa junta militer pimpinannya memanipulasi pemilihan untuk memenangkannya.

Baca juga: Fasilitas Kilang Aramco Diserang, Saudi Genjot Pemulihkan Produksi Minyak

Dua bulan kemudian Thailand menobatkan raja baru, Maha Vajiralongkorn, yang telah melakukan konsolidasi kekuatan di Istana Kerajaan sejak kematian bapaknya, Raja Bumibol Aduyadej pada 2016.

Sementara itu pertumbuhan PDB negara itu anjlok ke tingkat terendah. Analis memperkirakan pengadilan Thailand akan menyelamatkan pemerintahan baru Prayut dari kejatuhan. Namun, mereka mengatakan, pertikaian di majelis rendah Parlemen minggu depan seputar pengambilan sumpah yang tidak sempurna akan semakin merusak citra pemerintah, apalagi kalau ekonomi Thailand terus menurun.

Tim Pantau
Penulis
Nani Suherni

Berita Terkait: