The Fed Pertahankan Suku Bunga Acuan Amerika, Berdampak untuk Indonesia?

Ilustrasi (pbsorg)Ilustrasi (pbsorg)

Pantau.com  Kepala Ekonom BTN Winang Budoyo menilai kebijakan Bank Sentral Amerika, Federal Reserve (The Fed) dalam mempertahankan tingkat suku bunga acuan federal funds, tidak akan berdampak tertentu ke Indonesia. The Fed mempertahankan target tingkat suku bunga acuan federal funds pada 1,25 persen sampai 1,5 persen.

“Saya rasa selama keputusan The Fed itu sesuai dengan perkiraan pasar, yaitu kenaikan yang gradual sebanyak tiga kali maka dampaknya ke Indonesia biasa saja. Lain halnya, kalau kenaikan bunganya lebih cepat dari prediksi pasar,” kata Winang ketika dihubungi Pantau.com, Kamis (1/2/2018).

The Fed akan kembali menggelar pertemuan tentang tingkat suku bunga acuan federal funds pada Maret mendatang. Diketahui, The Fed mulai 5 Februari 2018 mendatang, akan dipimpin Ketua Dewan Gubernur the Fed yang baru yakni Jerome Powell menggantikan Janet Yellen.

Para pelaku pasar secara luas memperkirakan The Fed di bawah kepemimpinan Powell akan menjamin kelanjutan pengetatan bertahap dalam kebijakan moneter. Serta mengurangi beban regulasi pada beberapa lembaga keuangan.

“Powell tidak berbeda degan Yellen karena sama-sama penganut kenaikan bunga yang gradual. Jadi sayi pikir, tidak akan ada perubahan yang signifikan dari kebijakan The Fed,” ucap Winang.

Tim Pantau