Pantau Flash
Menkeu Usul Tarif Cukai Plastik, Penerimaan Negara Tambah Rp1,6 Triliun
Jumlah Kematian Akibat Virus Korona di China Tembus 2.000 Jiwa
Hasil Liga Champions: 2 Tuan Rumah Raih Kemenangan
Kejuaraan Dunia IWAS Diundur Akibat Virus Korona
Ditresnarkoba: China Pemasok Terbesar Narkoba ke Indonesia

Tiket Mudik Hampir Habis, Dirut KAI Pastikan Tak Ada Kereta Tambahan

Headline
Tiket Mudik Hampir Habis, Dirut KAI Pastikan Tak Ada Kereta Tambahan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero, Edi Sukmoro (Foto: Pantau.com/Ratih Prastika)

Pantau.com - Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero, Edi Sukmoro memastikan tak ada lagi tiket tambahan kereta api untuk angkutan mudik Lebaran 2019. 

"Tiket tambahan udah dijual H-60. Itu adalah 50 perjalanan kereta api dan ya totalnya sudah kita itung semuanya. Sekarang itu sekitar 247 ribu perharinya," ujarnya saat ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (14/5/2019).

Baca juga: Pemerintah Resmi Turunkan Tarif Batas Atas Maskapai Akhiri Tiket Mahal

Edi mendambakan, meski jumlah penumpang diprediksi naik imbas dari kenaikkan tarif pesawat terbang namun kata dia, kapasitas kereta tetap terbatas.

"Kalau Kereta Api kan nggak seperti pesawat terbang. Kalau kurang dia bisa sewa dari singapur terbang kesini. Kalau kereta kan gimana ngangkutnya dari Luar Negeri. Jadi armada yang sudah dikerahkan ini udah abis," imbuhnya.

Edi memastikan jumlah yang tersedia saat ini sudah jumlah maksimum. "Jadi itulah maksimum yang kita punya," imbuhnya.

Baca juga: Intip Tips Berikut Ini Sebelum Membeli Tiket Mudik

Sebelumnya, ia mengatakan tiket yang terjual hingga saat ini mencapai 59 persen. Ketersediaan tiket untuk H-5 hingga H-1 lebaran diperkirakan sudah hampir habis, sementara untuk H-6 hingga H-10 diperkirakan masih tersedia. 

"Laporannya 59 persen. Hari ini 59 persen, tetapi itu kan berjalan terus microsticket. Kalau dibilang tiket habis itu biasanya h-1 sampai 5. 6,7,8,9,10 kemungkinan masih banyak seat," katanya.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni
Reporter
Ratih Prastika
Category
Ekonomi

Berita Terkait: