Pantau Flash
Komisi III DPR RI Desak MenkumHAM Yasonna Laoly Evaluasi Pegawai
Mentan Syahrul Yasin Limpo Dorong Mahasiswa IPB Jadi Petani Modern
Polri: Pemilik Zat Radioaktif Ilegal yang Gemparkan Tangsel Pegawai BATAN
Ada Fenomena CENS dari Laut China Selatan dalam Banjir Jakarta
Marquez Akui Sempat Kesulitan dengan Motor Baru Honda

Tingkat Kepercayaan Bisnis Jerman Turun Mendekati Level Terendah

Tingkat Kepercayaan Bisnis Jerman Turun Mendekati Level Terendah Katedral Dom (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Jerman adalah negara yang selalu menarik untuk diulilk pembaca, selain kisah kelam pembunuhan yang dilakukan oleh masa kepemimpinan Adolf Hitler, Jerman juga dekat dengan Presiden BJ. Habibie. 

Tapi, kali ini kabar soal Jerman seakan tak enak didengar, negara ini dalam sebuah survei memperlihatkan tingkat kepercayaan bisnis dinegara tersebut mengalami penurunan selama lima bulan berturut-turut dan hampir mencapai titik terendah dalam tujuh tahun, menambah jumlah kekhawatiran yang memuncak bahwa ekonomi terbesar di Eropa itu menuju suatu resesi

Ifo Institute menyatakan indeks kepercayaan bulanan Jerman turun ke 94,3 poin pada bulan Agustus dari 95,8 di bulan Juli. Pandangan para manajer terkait situasi indeks saat ini dan juga prospek enam bulan ke depan, keduanya memburuk.

Hal itu merupakan hasil pengamatan terendah untuk indeks kepercayaan bisnis di Jerman sejak November 2012. Clemens Fuest, pimpinan Ifo Institute mengemukakan, “Akan lebih banyak lagi indikasi terhadap resesi di Jerman.”

Baca juga: Dari Peternak hingga Pekerja Was-was Kesepakatan Dagang Indonesia-Australia

Survei tersebut berdasarkan pada tanggapan dari sekitar 9.000 perusahaan dan menjadi sebuah indikator utama kesehatan ekonomi.

Ekonomi Jerman mengalami kontraksi 0,1 persen pada periode April-Juni dan bank sentral negara itu, Bundesbank, menyatakan minggu lalu bahwa pada musim panas tahun ini ‘bisa turun sedikit’ lagi. Resesi secara teknis ditentukan jika pada dua kuartal berturut-turut terjadi pertumbuhan negatif.

Presiden Bundesbank, Jens Weidmann memperingatkan tentang pesimisme yang berlebihan dalam sebuah wawancara surat kabar akhir pekan. Ia mengungkapkan bahwa menurutnya ‘tidak ada alasan untuk panik’. Weidmann mencatat Jerman telah mengalami kemajuan pesat dengan lapangan kerja yang sehat dan lebih lanjut menambahkan ‘prospek saat ini sangat tidak pasti’ sekaligus mengutip sejumlah faktor politik seperti Brexit dan beberapa konflik perdagangan internasional.

Baca juga: Limbah Sawit Jadi Pendapatan Tambahan Masyarakat Indonesia

Namun, survei terbaru Ifo menunjukkan kepercayaan bisnis secara menyeluruh mengalami penurunan. Di sektor manufaktur.

"Sejumlah perusahaan industri terakhir kali menunjukkan pesimisme seperti itu pada tahun krisis 2009, '' ujar Fuest. 

Ia menambahkan tidak ada secercah pun cahaya yang dapat dilihat dalam industri utama Jerman mana pun.

Ekonom ING Carsten Brzeski memaparkan laporan Ifo terbaru ‘menunjukkan resiko sebuah sentimen negatif menjadi lebih besar dari yang sebelumnya’.

Carsten menjelaskan “Dibutuhkan beberapa bantuan terhadap sejumlah konflik perdagangan yang sedang berlangsung dan perbaikan sentimen secara umum untuk mendorong aktivitas industri setidaknya menjelang akhir tahun, lebih jauh, sementara tanda-tanda kerusakan ekonomi domestik `sejauh ini hanya bersifat tentatif’. Ia juga menambahkan hal itu ‘dapat dengan mudah bermutasi menjadi masalah yang parah.’ 


Tim Pantau
Penulis
Nani Suherni
Category
Ekonomi

Berita Terkait: