Pantau Flash
WP KPK Tolak Wacana Pembebasan Napi Koruptor Dampak Pandemi Korona
Penanganan COVID-19 di Jakarta Disebut Lebih Baik dari Jabar dan Banten
PSI pada Jokowi: Mudik Harus Dilarang, Kalau Imbauan Saja Tak Akan Efektif
Update COVID-19 3 April: 1.986 Kasus Positif, 134 Sembuh, 181 Meninggal
25 Anak Usaha Pertamina Akan Didivestasi dan Likuidasi

Tinjau 3 Proyek PLTS di NTB, Jonan: Ini yang Paling Besar

Headline
Tinjau 3 Proyek PLTS di NTB, Jonan: Ini yang Paling Besar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan (tengah) (Foto: Kementerian ESDM)

Pantau.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meninjau 3 Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di NTB dengan total kapasitas terpasang 21 mega watt peak (MWp).

Seluruh PLTS ini telah beroperasi secara komersial sejak awal Juli 2019 lalu. Saat ini NTB menjadi provinsi dengan pengoperasian PLTS terbesar.

"Untuk sebuah sistem dengan sistem seperti Mataram kalau dibandingkan dengan total daya mampu yang ada, secara prosentase ini yang paling besar," ujar Jonan di area PLTS Sengkol, Lombok Tengah, NTB, Kamis (29/8/2019).

Baca juga: Jonan Gandeng Jepang Kembangkan Energi Hijau dari Turunan Kelapa Sawit

Diketahui, sistem Lombok memiliki Daya Mampu Pasok sebesar 260,473 MW dengan Beban Puncak 233,188 MW dan cadangan daya sebesar 27,285 MW. Ketiga PLTS yang dikelola pengembang listrik swasta (Independent Power Producer/IPP) ini adalah PLTS Pringgabaya (7 MWp), PLTS Selong (7 MWp) dan PLTS Sengkol (7 MWp). 

Ketiga PLTS ini mampu mengaliri listrik untuk 19.605 rumah tangga pelanggan 900 VA. Selain meningkatkan kapasitas pembangkit dari sumber energi terbarukan, biaya pokok pembangkitan juga menghasilkan potensi penghematan mencapai Rp1.002,84 per-kWh jika dibandingkan dengan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD).

"Keuntungan menggunakan PLTS ini, pertama, mengurangi emisi gas buang atau polusi, mengurangi pemanasan global, efek rumah kaca dan sebagainya, kita kurangi dengan membuat listrik dari tenaga surya," terang Jonan.

Baca juga: China Tunggu Undangan Pembahasan Tarif Baru AS, tapi Nihil Sampai Sekarang

Pulau Lombok juga menjadi pulau tujuan wisata, untuk itu perlu lebih banyak dibangun pembangkit listrik dari energi baru terbarukan, sehingga turis juga nyaman saat berlibur di Lombok. "Kalau banyak dibangun pembangkit besar-besar tapi bahan bakarnya fosil udaranya tidak seterang dan sebersih ini," imbuh Jonan.

Sementara, Gubernur NTB Zulkieflimansyah mengungkapkan proyek PLTS terhitung cepat, dalam waktu 9 bulan sudah beroperasi, lebih cepat dibanding pembangkit lain seperti hidro dan sebagainya. Hadirnya investasi seperti proyek PLTS ini menunjukkan bahwa NTB ramah bagi investor. 

"Hadirnya investasi membuat lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Zulkieflimansyah.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni

Berita Terkait: