Pantau Flash
Ribuan Buruh Terobos Barikade, Polisi: Aksi Boleh Panas tapi Kepala Harus Dingin
Kala Jokowi Beli Jaket Boomber Motif Tenun Dayak Sintang, Langsung Dipakai!
Satu Keluarga Tewas dalam Kebakaran di Tambora, Polisi Turun Tangan
Pesan Khusus Sri Sultan HB X kepada Ridwan Kamil Sangatlah Bijak
BNPB Sebut Pengungsi Erupsi Semeru Meningkat Jadi 3.657 Orang

Transaksi Kartu Kredit Bank Mandiri Rp12,3 Triliun, Banyak untuk Traveling

Transaksi Kartu Kredit Bank Mandiri Rp12,3 Triliun, Banyak untuk Traveling Kartu kredit (Foto: Pantau.com/Ammad)

Pantau.com - Bank Mandiri mencatat transaksi kartu kredit per Agustus 2019 mencapai Rp12,3 triliun atau tumbuh sekitar 18 persen jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

"Lebih dari 60 persen dari transaksi itu untuk travelling dan kuliner," kata Direktur Retail Banking Bank Mandiri Donsuwan Simatupang di Mangupura, Kabupaten Badung, Bali, Jumat (13/9/2019).

Menurutnya, peningkatan pengeluaran belanja masyarakat itu karena perkembangan tren milenial saat ini yang banyak melakukan perjalanan wisata, termasuk turunannya yakni kuliner, kesehatan dan kecantikan.

Sebagian besar tren wisata milenial saat ini, kata dia, berkaitan dengan wisata aktivitas minat khusus seperti wisata olahraga.

Baca juga: Kredit Macet UMKM di Bank Mandiri Tercatat Menurun

Mencermati hal itu, lanjut dia, bank akan mengikuti tren tersebut salah satunya dengan menawarkan promo berupa cicilan menarik dan potongan harga.

Hingga akhir tahun 2019, Donsuwan memprediksi realisasi belanja dengan kartu kredit Bank Mandiri mencapai Rp12,9 triliun.

Meski meningkat, namun tingkat kredit macet atau nonperforming loan (NPL) kartu kredit Bank Mandiri, lanjut dia, masih dalam tahap wajar yakni mencapai dua persen.

"Transaksi makin tumbuh di atas industri dan NPL juga di bawah industri," kata Donsuwan.

Baca juga: Terdampak Ekonomi Global, Perbankan Nasional Selektif Kasih Kredit

Bank Mandiri itu akan mendukung perkembangan pariwisata mulai dari mendirikan agen digital bank di desa yang potensial menarik pariwisata, bantuan sosial, hingga program menarik untuk transaksi perbankan.

Upaya itu sejalan dengan langkah pemerintah dalam mendorong infrastruktur pariwisata seperti mewujudkan destinasi wisata prioritas 10 Bali Baru.

"Ada beberapa hal yang membuat sektor wisata masih perlu dukungan dan ini sejalan dengan program 10 Bali Baru," kata Donsuwan.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni

Berita Terkait: