Pantau Flash
Gerindra Berharap Pemerintah Tidak Hilang Kesabaran Hadapi Pandemi Korona
Pemkab Bogor Diminta Turun Tangan Atasi Kepadatan Jalur Puncak Saat PSBB
The New Normal, Penumpang Wajib Datang 4 Jam Sebelum Penerbangan
Kasus Positif di Indonesia Capai 26.940, Pasien Sembuh Tercatat 7.637
Resmi! MotoGP Jepang Batal Digelar Akibat COVID-19

Trump, Produsen Nike Cs Minta Alas Kaki Dihapus dari Daftar Tarif

Trump, Produsen Nike Cs Minta Alas Kaki Dihapus dari Daftar Tarif Ilustrasi (Pixabay)

Pantau.com - Perusahaan alas kaki AS, termasuk Nike Inc dan Under Armour, Senin mendesak Presiden AS Donald Trump untuk menghapus alas kaki dari daftar tarif yang diusulkan untuk barang-barang yang diimpor dari China.

"Tarif tambahan yang diusulkan 25 persen untuk alas kaki akan menjadi bencana besar bagi konsumen kami, perusahaan kami, dan ekonomi Amerika secara keseluruhan," kata 173 perusahaan mengatakan dalam sebuah surat di sini.

Trump meningkatkan tarif impor China senilai $ 200 miliar menjadi 25 persen dari 10 persen awal bulan ini, sebuah langkah yang diperkirakan akan menaikkan harga pada ribuan produk termasuk pakaian, furnitur, dan elektronik. Trump diperkirakan akan mengenakan tarif 25 persen untuk barang-barang Cina senilai $ 300 miliar ketika ia bertemu dengan Presiden China Xi Jinping bulan depan.

Baca juga: Sri Mulyani Klaim Penyusunan APBN 2020 Sesuai Pertimbangan Risiko

"Sebagai industri yang menghadapi tagihan tugas $ 3 miliar setiap tahun, kami dapat meyakinkan Anda bahwa setiap kenaikan biaya impor sepatu memiliki dampak langsung pada konsumen sepatu Amerika," kata perusahaan itu dilansir Reuters.

Surat itu juga dikirim ke Menteri Keuangan Steve Mnuchin, Sekretaris Perdagangan Wilbur Ross, Perwakilan Dagang Robert Lighthizer dan direktur Dewan Ekonomi Nasional Larry Kudlow.

Para Distributor Alas Kaki & Pengecer Amerika (FDRA) memperkirakan kenaikan tarif akan menambah $ 7 miliar dalam biaya tambahan untuk pelanggan setiap tahun.

Baca juga: Siapa Pemenang Perang Dagang AS-China? Pengamat: ASEAN!

Perusahaan mencatat bahwa tarif untuk alas kaki rata-rata 11,3 persen dan mencapai tingkat setinggi 67,5 persen. Menambahkan kenaikan pajak 25 persen di atas tarif ini akan berarti orang Amerika dapat membayar bea hampir 100 persen untuk sepatu mereka, perusahaan mengatakan dalam surat itu.

Pekan lalu, pengecer terbesar dunia, Walmart Inc, memperingatkan bahwa harganya akan naik karena tarif barang yang lebih tinggi dari Tiongkok dan bahwa pungutannya sudah mengganggu bisnis furniturnya.

Macy juga mengatakan bahwa tarif yang diberlakukan pada 10 Mei, memang memiliki beberapa dampak, terutama pada bisnis furniturnya.

Tim Pantau
Penulis
Nani Suherni

Berita Terkait: