Pantau Flash
ABK WNI Disiksa di Kapal China, Komisi IX Minta Pemerintah Tuntaskan
Sultan HB X: Warga Merapi Tak Perlu Diajari Erupsi, Mereka Lebih Paham
Sri Mulyani: Defisit APBN Semester I Capai 1,57 Persen
Pengelola: Ancol Direklamasi Agar Tetap Bertahan di Dunia Rekreasi
Masjid Istiqlal Tak Akan Gelar Salat Idul Adha

Ulah Trump Terapkan Tarif Baru ke China Berujung Anjloknya Saham AS-Asia

Headline
 Ulah Trump Terapkan Tarif Baru ke China Berujung Anjloknya Saham AS-Asia Presiden AS, Donald Trump (Foto: VOA)

Pantau.com - Indeks bursa saham di Amerika dan Asia anjlok hari Jumat (2 Agustus 2019) sebagai reaksi pengumuman Presiden Donald Trump bahwa ia akan menaikkan tarif barang-barang China bernilai 300 miliar dolar dengan 10 persen lagi.

Pejabat pemerintahan Trump mengatakan bahwa bursa saham bereaksi berlebihan dan menambahkan, konsumen Amerika tidak akan merasakan dampak naiknya harga-harga itu.

"Beban ekonomi sebagian besar akan jatuh pada China," kata Direktur Dewan Ekonomi Nasional Larry Kudlow hari Jumat (2 Agustus 2019).

Baca juga: 7 Fakta Masayoshi Son, Orang Terkaya Kedua di Jepang yang Bertemu Jokowi

Menurut Kudlow, perusahaan-perusahaan China terpaksa memangkas harga barang-barang supaya bisa bersaing, dan ini "telah sangat mengurangi keuntungan dan perekonomian mereka.”

Para pakar mengatakan konsumen Amerika harus membayar lebih mahal untuk membeli telpon pintar, pakaian jadi dan mainan dalam musim belanja natal nanti. Wakil-wakil industri perdagangan juga menyatakan keprihatinan yang kuat.

"Kita akan rugi," kata Rick Helfenbein, CEO Asosiasi pedagang pakaian jadi dan sepatu Amerika dikutip VOA.

"Tariff ini sama artinya dengan pajak bagi konsumen Amerika," katanya.

Pemerintah China juga bisa membalas tindakan Amerika itu. 

"China telah menetapkan tarif bagi barang-barang buatan Amerika, dan saya kira mereka juga akan menaikkan lagi tariff itu," kata wakil direktur Lembaga riset Cato, Simon Lester.

Baca juga: Tutup Pabrik di Inggris hingga Laba Turun 16 Persen, Honda Sedang Tak Mujur

"Banyak perusahaan Amerika yang beroperasi di China, dan kehidupan mereka bisa menjadi lebih sulit kalau China mengeluarkan sejumlah peraturan baru," ujarnya lagi.

Pejabat China memberikan reaksi yang lebih keras hari Jumat.

"Posisi China sudah jelas. Kalau Amerika mau berunding, mari kita berunding. Kalau mau berkelahi, kita juga akan berkelahi," kata Duta Besar China yang baru untuk PBB, Zhang Jun kepada wartawan di New York.

Trump mengumumkan perundingan dagang dengan China akan dilanjutkan di Amerika tanggal 1 September mendatang

Tim Pantau
Penulis
Nani Suherni

Berita Terkait: