Pantau Flash
Blak-blakan Menkes: Pemerintah Tidak Ada Rencana untuk Subsidi Test PCR
Maluku Utara Diguncang Gempa 5,1 Magnitudo, Berpusat di Kedalaman 92 Km
Kabar Gembira! Menkes Buka Peluang Vaksinasi Usia 5-11 Tahun Dimulai Awal 2022
Polri Ringkus Komplotan Judi dan Pornografi Online, Raup Rp4,5 Miliar per Bulan
Kapolda Sumut Copot Kapolsek Kutalimbaru, Buntut Ulah Anak Buahnya Cabuli Istri Tahanan

Volume LPG 3 Kg Naik 7.5 Juta MT di Tahun Anggaran 2020

Headline
Volume LPG 3 Kg Naik 7.5 Juta MT di Tahun Anggaran 2020 Menteri ESDM Ignasiun Jonan dan Arcandra Tahar (Foto: Kementerian ESDM)

Pantau.com - Rapat Kerja Komisi VII DPR RI bersama Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terkait Pembahasan dan Penetapan Asumsi Dasar Makro Sektor ESDM RAPBN Tahun Anggaran 2020 menyepakati besaran volume Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 Kg naik menjadi 7.5 Juta Metrik Ton (MT) untuk Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 mendatang.

Selain besaran LPG 3 Kg, disepakati pula usulan untuk Indonesian crude price (ICP), lifting migas, cost recovery, subsidi solar dan besaran subsidi listrik.

Baca juga: Menteri Jonan Pastikan 100 Persen Rumah Tersambung Listrik di Akhir 2020

Disepakati Asumsi Dasar Sektor ESDM dalam RAPBN 2020, untuk ICP antara USD58-USD 63 per barel, lifting minyak bumi 755 ribu barel per hari, lifting gas bumi 1.191 juta barel oil per hari, volume LPG 3 kg sebesar 7,5 Juta MTon, subsidi terbatas minyak solar (GasOil 48) Rp1.500 per liter dan subsidi listrik Rp62,21 triliun. Untuk besaran cost recovery ditetapkan antara Rp8 hingga Rp10 triliun.

Subsidi LPG 3 Kg yang dinaikkan menjadi 7,5 juta MTon merupakan upaya Pemerintah untuk meningkatkan ekonomi masyarakat menengah ke bawah. Peningkatan besaran subsidi LPG ini juga dilakukan karena saat ini kecenderungan harga impor LPG terus menurun hingga setengah dari harga tahun sebelumnya.

Baca juga: Menteri Jonan Pastikan 100 Persen Rumah Tersambung Listrik di Akhir 2020

"Namun kalau kita lihat realisasi subsidi LPG itu tahun ini masih rendah sekali karena harga Saudi Aramco (sumber impor LPG) itu turun terus, turunnya itu tidak main-main hingga mencapai separuh harganya jika dibandingkan antara tahun ini dengan tahun 2018. Misalnya Bapak Tanya kami kalau mau ditambah menjadi 7,5 juta MTon ya silahkan," ujar Jonan.

Usulan Asumsi Dasar Sektor ESDM RAPBN 2020 yang sudah diputuskan hari ini akan dibahas lebih lanjut di Badan Anggaran DPR RI untuk kemudian di tetapkan menjadi Undang-Undang APBN pada sidang paripurna DPR RI.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni

Berita Terkait: