Waduhhhh, Moody’s Nilai Gelaran Pemilu Bisa Perlambat Reformasi Ekonomi

ilustrasi (eadb.org)ilustrasi (eadb.org)

Pantau.com Lembaga pemeringkat internasional Moody’s Investors Service menilai persiapan untuk pemilihan umum (Pemilu) yang akan datang di seluruh wilayah Asia Pasifik, dapat mempelambat momentum reformasi. Selain Indonesia, Pemilu juga bakal dihelat di Malaysia, Kamboja, Fiji, Thailand, Pakistan dan Maladewa. 

Laporan yang dirilis Moody’s mengutip Malaysia sebagai contoh, reformasi penerimaan yang signifikan telah tertahan kembali oleh Pemilu yang dijadwalkan pada Agustus selama 2 tahun terakhir. Moody’s menyoroti lingkungan pertumbuhan menguntungkan yang menopang prospek stabil “sovereign creditworthiness” di Asia Pasifik selama 12 bulan-18 bulan ke depan, meskipun leverage tinggi tetap menjadi kendala kredit utama.

“Peningkatan kekuatan ekonomi di kawasan ini dan tingkat keterbukaan perdagangan yang tinggi membuat kawasan ini di posisi yang baik untuk mendapatkan keuntungan dari pertumbuhan PDB (Produk Domestik Bruto) global yang lebih kuat,” kata Anushka Shah, Asisten Wakil Presiden dan Analis Moody’s.

Moody’s memperkirakan negara-negara emerging market di Asia Pasifik tumbuh sebesar 6,5% pada 2018, negara-negara kurang maju (frontier economies) sebesar 5,9% dan negara-negara maju sebesar 1,8%.

Tim Pantau