Wahai Generasi Milenial, Jangan Hanya Kejar Gaya Hidup Tapi Lupa Investasi

ilustrasi (Pantau.com/Fery Heryadi)ilustrasi (Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com Direktur & Ekonom PT Bahana TCW Investment Management, Budi Hikmat menilai generasi milenial pada umumnya masih berorientasi pada upaya memenuhi kesenangan hidup. Menurutnya, generasi milenial kadang masih mengedepankan YOLO (you only live once). 

Budi mengatakan dalam 10 tahun ke depan, setidaknya akan ada 23 juta penduduk Indonesia yang memasuki usia pensiun. Nah, para orang tua dari generasi milenial inilah yang akan menanggung risiko usia pensiun. 

Karenannya, Budi mengatakan harus ada kesadaran dari generasi milenial untuk mulai mengelola keuangannya terutama mengendalikan gaya hidup berlebihan. “Jadi ada baiknya milenial kita sadar, boleh pakai smartphone baru dan sebagainya tapi ada baiknya diredam. Lebih baik sekarang investasi,” lanjut Budi disela acara  “Market & Commander” Catatan Akhir Tahun 2017 Strong & Trustworthy, Rabu (17/1/2018) 

Dia menyarankan generasi milenial menyisihkan pendapatan untuk inventasai terlebih dahulu dibandingkan untuk pemenuhan kebutuhan belanja. Setidaknya, kata Budi, sekitar 4%-5% dari pendapatan yang dikantongi dialokasikan untuk berinvestasi. “Jika dua tahun berjalan ‘benar’ dikerjakan, ia akan lihat hasilnya dan akan meningkatkan porsinya,” lanjut Budi.

Tim Pantau
Editor
Martina Prianti