Wuih! Pemerintah Musnahkan Barang Ilegal Senilai Rp45 Miliar

Pemusnahan barang ilegal. (Foto: Kementerian Komunikasi dan Informatika)Pemusnahan barang ilegal. (Foto: Kementerian Komunikasi dan Informatika)

Pantau.com – Pemerintah memusnahkan barang-barang ilegal yang menjadi objek penyelundupan dan merugikan negara senilai lebih dari Rp45 miliar. Pemusahan minuman keras, telepon seluler, rokok, obat-obatan, dan pita cukai palsu menjadi sejarah Bea Cukai.


Pemusnahan dilakukan terhadap 142.519 botol minuman keras hasil dari penindakan di Jakarta dan Bekasi yang masuk melalui kontainer impor, pabrik, maupun dari jalur pelabuhan atau jalur tikus di kawasan Sumatera. Selain itu, dimusnahkan juga 720 liter etil alkohol yang diperoleh dari pabrik tanpa izin di Jakarta.


“Pemusnahan tersebut memiliki skala terbesar dalam sejarah Bea Cukai,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani, Jakarta, Kamis (15/2/2018).


Sri Mulyani mengatakan, penangkapan miras ilegal secara nasional pada 2017 hingga 2018 terjadi sebanyak 1.328 kasus dengan perkiraan nilai barang lebih dari Rp87 miliar. Kementerian Keuangan juga memperkirakan ada potensi kerugian negara lebih dari Rp250 miliar. 


Di sisi lain jumlah ponsel yang akan dimusnahkan sebanyak 20.545 unit dari 1.208 kasus yang berasal dari impor, barang kiriman, dan barang yang dibawa penumpang secara ilegal. Penangkapan ponsel ilegal tersebut, dilakukan di beberapa lokasi yang tersebar di Jakarta, Depok, dan Tangerang. Penindakan terhadap ponsel ilegal secara nasional (2017-2018) memiliki perkiraan nilai barang lebih dari Rp59.6 miliar dan perkiraan potensi kerugian negara lebih dari Rp10,3 miliar.


Kemudian, dimusnahkan pula 12.919.499 batang rokok. Rokok tersebut diperoleh melalui modus antarpulau dan diperjualbelikan tanpa pita serta menggunakan pita palsu. Tidak hanya itu, dimusnahkan juga sebanyak 1.008.624 keping pita cukai palsu yang diperoleh dari Kantor Pos Semarang dalam bentuk ekspedisi. 


Terdapat pula 11.974 kemasan obat-obatan, kosmetik, dan suplemen yang dilarang BPOM juga turut dimusnahkan. “Penerimaan negara kita naik 67 persen dari setiap dokumen impor dan industri dalam negeri meningkat lebih dari 30 persen,” kata Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. 


Terkait itu, pemerintah lanjutnya akan terus menelusuri importir yang terkait dengan kasus penyelundupan yang terungkap. “Mereka secara sistem akan diblokir sehingga tidak hanya rugi namun juga tidak bisa masuk lagi. Kalau tidak begitu maka tidak akan kapok, yang nakal-nakal sebaiknya tidak usah dagang lagi,” ucap dia.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Martina Prianti
Penulis
Widji Ananta