Wuih! Tiongkok Kokohkan Posisi Pemilik Terbesar Surat Utang Amerika

IlustrasiIlustrasi

Pantau.com  Departemen Keuangan Amerika pada Jumat (16/2/2018) atau Kamis waktu setempat mengatakan Tiongkok, pembeli terbesar surat-surat utang negara Amerika Serikat, meningkatkan kepemilikannya pada Desember 2017 setelah memangkas USD12,6 miliar, setara Rp168,84 triliun (1USD=RP13.400), pada bulan sebelumnya.

Tiongkok menambah kepemilikannya atas surat utang negara Amerika sebesar USD8,3 miliar, setara Rp111,22 triliun, hingga total kepimilikannya menjadi sebesar USD1.184,9 triliun, setara Rp1,586 juta triliun pada Desember 2017. Hingga akhir tahun 2017, Tiongkok tercatat sebagai pemegang surat utang Amerika terbesar.

Pemegang surat utang Amerika kedua terbesar, diduduki Jepang meski terus mengurangi kepemilikannya selama lima bulan berturut-turut. Kepemilikannya turun USD22,6 miliar, setara Rp302,84 triliun, hingga menjadi USD1.061,5 triliun atau Rp1.422 juta triliun.

Pada akhir Desember tahun lalu, kepemilikan asing pada surat utang Amerika secara keseluruhan sedikit turun menjadi USD6.310,3 triliun dari revisi November USD6.333,1 triliun.

Cadangan devisa Tiongkok meningkat untuk 12 bulan berturut-turut mencapai USD3.161,5 triliun pada akhir Januari.

Cadangan devisa negaranya akan terus bertahan stabil di masa depan, kata regulator valuta asing Tiongkok, mengutip fundamental ekonomi positif dan pemulihan ekonomi global.

Baca juga: Menilik Inklusi Keuangan

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara