Wuihhh, Mendag Sebut Tidak Perlu Impor Beras dan Daging (05/01/2018, 09.57)

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita (Pantau.com/Ratih)

Pantau.com Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyebutkan ketersediaan beras masih mencukupi. Karenanya tidak perlu ada penambahan stok beras dari impor. “Daging impor, beras impor, apa-apa impor, tidak ada impor pokoknya. Saat ini lagi panen setiap harinya,” ujar Enggartiasto.

Meski demikian, dia mengatakan untuk memastikan ketersediaan pasokan pemerintah bakal terus bekerja sama dengan beberapa pedagang besar untuk mencukupi kebutuhan beras nasional. “Tentu kami sambil cari beras supaya stok nggak terlalu jatuh. Kerja sama dengan pedagang besar, Pasar Beras Cipinang (PBC), dengan food station di daerah juga,” lanjutnya.

 

Sementara itu stok persediaan beras Perum Bulog, dinilai sedang dalam posisi kurang aman. Direktur Utama Perum Bulog, Djarot Kusumayakti menyebutkan persediaan beras berkisar hanya 900ribu ton, sedangkan rata-rata beras yang diserap oleh Bulog sebanyak 250 ribu ton per bulan hingga 300 ribu ton per bulan.

“Kalau untuk menutup kebutuhan rastra (beras sejahtera) atau bansos (bantuan sosial) mungkin empat bulan lebih,” kata Djarot. 

Di sisi lain laman resmi PT Food Station Tjipinang Jaya, badan usaha milik daerah DKI Jakarta yang menjadi pengelola Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC/PBC) menyebutkan stok beras pada 4 Januari 2018, tercatat 34.158 ton menyusul ada pengeluaran beras 4.036 ton dari stok awal 34.325 ton. Pemasukan beras ke PIBC sendiri pada kemarin 3.869 ton. 

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta