Pantau Flash
Hasil Survei: Ahok Unggul Atasi Banjir-Macet Ketimbang Anies
Ahsan/Fajar Bawa Indonesia Juara Badminton Asia Team Championships 2020
Andre Rosiade Grebek Prostitusi Online, Gerindra: Itu Tidak Salah
5.518 SPBU Akan Dipasang Digital Nozzle
Menko Luhut Beberkan Upaya Indonesia Tekan Defisit Perdagangan

YLKI Sarankan Hapus Kelas BPJS Kesehatan, Iuran Non PBI Rp60.000

YLKI Sarankan Hapus Kelas BPJS Kesehatan, Iuran Non PBI Rp60.000 Aplikasi BPJS Kesehatan (Foto: Instagram/BPJS Kesehatan)

Pantau.com - Rencana Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk menaikkan iuran BPJS Kesehatan 100 perse  nelas membuat reaksi banyak pihak. Dalam hal ini, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) juga memberikan 4 poin desakan kepada pengelolaan dan managemen BPJS Kesehatan. 

Jika selama ini sobat Pantau mengenal pengelasan dalam iuran BPJS, maka YLKI menilai, kelas dalam BPJS perlu diselaraskan.

"Menghilangkan kelas iuran BPJSKes. Hal ini selaras dengan spirit asuransi sosial yakni gotong royong. Jadi iuran BPJSKes hanya satu kategori saja," ungkap Tulus Abadi, Ketua Pengurus Harian YLKI, Kamis (29/8/2019).

Baca juga: Dirut BPJS Kesehatan Bicara Soal Iuran: Kita Menyesuaikan dengan Hitungan

Kemudian, poin kedua adalah daftar peserta BPJSKes kategori PBI harus diverifikasi ulang, dan agar lebih transparan dan akuntabel nama penerima PBI harus bisa diakses oleh publik.

Selanjutnya managemen BPJSKes harus membereskan tunggakan iuran dari kategori mandiri/pekerja bukan penerima upah, yang mencapai 54 persen. Fenomena tunggakan ini jika dibiarkan akan menjadi benalu bagi finansial BPJSKes. Di sisi yang lain, kenaikan iuran untuk kategori peserta mandiri juga akan memicu tunggakan dari peserta mandiri akan semakin tinggi.

Baca juga: Sri Mulyani Usulkan Iuran BPJS Kesehatan Naik 100 Persen! Kelas I Rp160.000

Untuk saran terakhir YLKI juga mengusulkan untuk menjadi mitra faskes tingkat pertama, seperti puskesmas dan klinik, juga harus dilakukan verifikasi, khususnys terkait ketersediaan dan jumlah dokter yang ada.

Sementara untuk besaran iuran yang diusulkan jika tanpa kelas, maka iuran yang dibebankan kepada peserta adalah Rp60.000.

"Usulan besaran kenaikan tarif YLKI memberikan toleransi dengan formulasi besaran, sbb: untuk kategori peserta PBI kenaikannya pada kisaran Rp30.000-Rp40.000. Sedangkan untuk peserta non PBI,  usulan tarif rata-rata Rp60.000," tegasnya.

Tim Pantau
Penulis
Nani Suherni
Category
Ekonomi

Berita Terkait: