Arsul Sani Desak Hukuman Kasat Narkoba Polres Karawang Dipidana dengan Pemberatan

Headline
Wakil Ketua MPR Arsul Sani meluncurkan buku (Foto: Istimewa)Wakil Ketua MPR Arsul Sani meluncurkan buku (Foto: Istimewa)

Pantau – Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PPP Arsul Sani mendesak institusi Polri menjatuhkan pidana maksimal apabila Kasat Narkoba Polres Karawang AKP Edi Nurdin Massa terbukti bersalah. Ia juga mendorong agar diduga tersangka kasus narkoba ini diberikan pidana dengan pemberatan.

“Komisi III meminta jajaran penegak hukum baik Polri maupun Kejaksaan agar dalam kasus-kasus kejahatan yang melibatkan atau pelakunya adalah penegak hukum seperti halnya dalam kasus pembunuhan Brigadir J atau narkoba seperti kasus Kasat Narkoba Polres Karawang ini, maka selain pasal pidana pokoknya, juga harus dirujuk pasal pemberatan pidana yang ada di KUHP,” kata Arsul kepada wartawan, kemarin.

Arsul menuturkan, pemberatan hukuman itu tertuang dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP). Dia menyebut aparat hukum yang melakukan tindakan pidana, maka hukumannya dapat ditambah sepertiga dari hukuman.

“Kan ada aturan dalam KUHP kalau pelaku kejahatan itu pejabat atau penegak hukum maka pidananya dapat ditambah sepertiga. Nah kemudian kita harapkan hakim akan jatuhkan pidana maksimal dengan ditambah pemberatan tersebut,” kata dia.

Menurutnya, pemberatan hukuman itu mesti dilakukan. Arsul mengatakan, hal ini untuk menunjukkan ke publik bahwa penegak hukum akan dipidana lebih berat jika melakukan pelanggaran.

“Ini untuk menunjukkan kepada publik bahwa penegak hukum sendiri akan dihukum lebih berat jika lakukan kejahatan,” tutur dia.

Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri menangkap Kasat Narkoba Polres Karawang terkait kasus peredaran narkoba.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Krisno H Siregar, membenarkan adanya penangkapan perwira Polri tersebut.

“Betul (ada penangkapan),” kata Krisno di konfirmasi, Selasa (16/8/2022).

Krisna menjelaskan, Penangkapan AKP ENM, Kasat Narkoba Polres Karawang tersangka kasus peredaran narkoba. AKP ENM ditangkap pada Kamis (11/8/2022) pukul 07.00 WIB, di basemen Taman Sari Mahogani Apartemen Jl Arteri Karawang Barat, Margakarya, Karawang, Jawa Barat.

Dalam penangkapan tersebut, penyidik Bareskrim menyita sejumlah barang bukti berupa dua unit ponsel, plastik klip berisi shabu berat bruto 94 gram, plastik klip bening berisi shabu berat bruto 6,2 gram, plastik klip berisi shabu seberat bruto 0,8 gram, plastik klip berisi dua butir pil ekstasi berat bruto 1,2 gram, satu timbangan digital, seperangkat alat hisap shabu dan cangklong, serta uang tunai Rp 27 juta.

“Total berat shabu yang disita 101 gram berat bruto,” kata Krisno.

Penangkapan AKP ENM hasil pengembangan dari Operasi Anti Gedek yang dilaksanakan oleh Dittipidnarkoba Bareskrim Polri di sejumlah tempat hiburan malam rentang waktu 30 sampai dengan 31 Juli 2022.

Selama periode tersebut, anggota Dittipidnarkoba Bareskrim Polri telah melakukan serangkaian penangkapan beberapa tersangka sindikat peredaran gelap Narkoba Juki dkk yang biasa beroperasi di tempat hiburan malam (THM) di Bandung, yakni F3X Club Bandung dan FOX KTV Bandung.

Kemudian anggota tim melakukan pengembangan dan mendapatkan alat bukti bahwa tersangka JS dan RH pernah mengantar 2.000 butir pil ekstasi kepada tersangka Juki pemilik THM FOX Club dan F3X KTV Bandung bersama dengan saudara AKP ENM.

“Pada hari Kamis, tanggal 11 Agustus 2022 sekitar pukul 07.00 WIB, ENM ditangkap di tempat kejadian perkara basemen Taman Sari Apartemen Mahogani Karawang dengan BB tersebut di atas,” kata Krisno.

Tim Pantau
Editor
Khalied Malvino