Bejat! Oknum Guru di Lebak Lakukan Pelecehan Seksual terhadap Siswi Kelas 1 SD

Headline
Ilustrasi. (Foto: Pixabay)Ilustrasi. (Foto: Pixabay)

Pantau – Guru SD di Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten berinisial AG diduga pelecehan seksual terhadap siswa kelas 1 SD. Kasus pelecehan seksual ini terjadi pada Jumat (5/8/2022) pukul 10.00 WIB.

Hal ini pun dibenarkan Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Penanganan Perempuan dan Anak (PPA) Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Lebak, Pujiastuti.

“Masih pemeriksaan. Belum diketahui apakah betul pelecehan seksual atau apa. Dari pengakuan anak, kejadiannya di ruang kelas saat jam istirahat,” kata Puji kepada wartawan di kantornya, Rangkasbitung, Rabu (10/8/2022).

Pujiastuti membeberkan, pengakuan ini berawal saat korban mengeluh rasa sakit pada perut bagian bawah pada keluarganya. Lantas pihak keluarga pun membawa korban ke Puskesmas terdekat.

Korban juga bercerita terkait dugaan pelecehan seksual yang dialaminya dari seorang guru di sekolahnya. Sontak, pihak keluarga korban didampingi Puskesmas membuat laporan ke Polres Lebak.

“Laporan sudah dilakukan oleh keluarga. Saat ini kami juga mencoba mendampingi korban,” tuturnya.

Kendati sudah ada laporan kepolisian, Puji belum bisa mengungkapkan kasus ini lebih lanjut. Ia menyerahkan kasus ini pada Polres Lebak.

Saat dimintai keterangan, Kasatreskrim Polres Lebak AKB Indik Rusmono mengaku masih mendalami kasus pelecehan seksual ini. Polisi masih menyelidiki dna mendalami terhadap para saksi.

“Iya masih proses,” kata Indik singkat.

Terduga pelaku dinonaktifkan

Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Lebak melalui Kabid Pembinaan SD, Maman Suryaman menyebutkan bahwa oknum guru AG sementara dinonaktifkan demi mencegah hal yang tak diinginkan.

“Kami masih menunggu (hasil pemeriksaan), sementara ini pihak sekolah sudah bertindak bahwa yang bersangkutan dinonaktif dulu dari tugas mengajarnya,” kata Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar pada Disdik Lebak, Maman Suryaman.

Maman menuturkan, Disdik Lebak masih menanti kabar lanjutan tentang hasil visum korban serta proses hukum di kepolisian.

Sebagai informasi, AG sudah empat tahun berprofesi sebagai guru. AG diketahui mengajar pelajaran Pendidikan Agama. Sebelumnya, AG pernah mengajar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan (Penjaskes).

“Kami belum bisa menjelaskan pelecehan seksual seperti apa yang dilakukan terduga, kami serahkan ke polisi saja. Adapun jika benar terduga melakukan itu (pelecehan) kami tidak segan-segan akan memecatnya,” pungkasnya.

Tim Pantau
Editor
Khalied Malvino