Enggan Beberkan Keterangan Tapi Minta Dilindungi, LPSK Sebut Putri Candrawathi Sosok Paling Unik

Headline
Tersangka Irjen Ferdy Sambo bersama Istrinya tersangka Putri Candrawathi keluar dari rumah dinasnya yang menjadi TKP pembunuhan Brigadir J di Jalan Duren Tiga Barat, Komplek Polri Duren Tiga, Jakarta, Selasa (30/8/2022). ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/YU

Pantau – Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu mengungkapkan, penyampaian permintaan perlindungan istri Ferdy Sambo, yakni Putri Candrawathi merupakan yang paling unik.

Ia menuturkan, keunikannya ini lantaran Putri menjadi satu-satunya pemohon yang enggan membeberkan keterangan apapun kepada LPSK. Menurut LPSK, Putri adalah sosok yang membutuhkan perlindungan.

“Ibu PC (Putri Candrawathi) adalah pemohon perlindungan yang paling unik kepada kasus kekerasan seksual yang saya tangani dan pembuktian secara umum,” kata Edwin dalam diskusinya di acara bertajuk ‘Media Massa sebagai Sahabat Saksi dan Korban’ di Bandung, Jawa Barat, Jumat (23/9/2022).

“Karena satu-satunya pemohon sepanjang LPSK berdiri yang tidak bisa, tidak mau dia menyampaikan apapun kepada LPSK. Padahal dia yang butuh LPSK bukan LPSK butuh Ibu PC,” lanjutnya.

Menurut Edwin Putri tak pernah responsif saat LPSK mulai meninjau permohonannya. Ditambah ada 2 hal umum pada konteks kekerasan seksual tidak terpenuhi dari sisi korban.

“Ibu PC butuh perlindungan LPSK, tapi tidak antusias, tapi kok tidak responsif gitu. Hanya ibu PC pemohon yang seperti itu selama 14 tahun LPSK berdiri,” kata Edwin.

“Dan juga banyak hal yang sering saya sampaikan pada konteks kekerasan seksual. Umumnya ada 2 hal terpenuhi, satu relasi kuasa, dua, pelaku memastikan tidak ada saksi. Dua-duanya gugur pada kasus Ibu PC,” sambungnya.

Edwin lantas menyinggung soal RUU TPKS yang menuntut pihak LPSK untuk segera memberi perlindungan saat pertemuan pada 29 Juli 2022 di Polda Metro Jaya. Edwin menyebut UU TPKS dibuat bukan untuk melindungi korban palsu.

“Ini UU TKPS bukan untuk melindungi orang-orang seperti ini. Untuk melindungi korban sebenarnya, untuk melindungi real korban. Bukan korban fake, korban palsu,” pungkasnya.

Tim Pantau
Editor
Khalied Malvino