Ingatkan Semua Pejabat jangan Coba-coba Rampok Hak Petani, Ketua KPK: Saya akan Kejar, Tangkap dan Miskinkan!

Headline
Dokumentasi Ketua KPK, Firli Bahuri. ANTARA/HO-Humas KPK

Pantau – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menegaskan petani adalah pahlawan pangan nasional. Ia memperingatkan agar hak para petani ini tidak dirampok oleh siapa pun, termasuk para pejabat.

“Saya ingatkan dan peringatkan kepada siapa pun, khususnya aparatur pemerintah termasuk pejabat terkait yang mengurusi hajat hidup para petani, untuk tidak coba-coba apalagi berani main-main dengan hak para pahlawan pangan ini, yang diberikan negara melalui program-program kesejahteraan petani yang telah dicanangkan oleh pemerintah,” kata Ketua KPK Firli Bahuri kepada wartawan, Minggu (25/9/2022).

Menurut Firli, pengorbanan petani Indonesia dalam menjaga ketahanan serta memenuhi kebutuhan pangan seluruh rakyat Indonesia diyakini sangat nyata. Pengorbanan mereka tidak boleh dikhianati.

Firli menambahkan tidak berlebihan jika semua pihak memandang petani di Tanah Air sebagai Pahlawan Pangan Nasional. Mereka dianggap sebagai pahlawan atas seluruh dedikasi luar biasa tanpa henti, terhadap bangsa dan negara ini.

“Saya pastikan akan kami kejar, tangkap dan jerat siapa pun yang berani mengusik apalagi memakan anggaran negara dari program-program kesejahteraan petani, dengan pasal tindak pidana korupsi yang paling berat hukumannya,” tegasnya.

“Jika memiliki cukup alat bukti kuat, akan kami pilih opsi terberat bagi siapapun TSK korupsi program kesejahteraan petani, yakni hukuman penjara paling lama dengan pengembalian uang negara berikut denda, atau KPK miskinkan para koruptor melalui pasal TPPU,” imbuhnya.

Firli mengaku sudah membuktikan hal ini di tahun 2022. Ia mencontohkan perkara dugaan tindak pidana korupsi pengadaan pupuk hayati untuk pengendalian organisme pengganggu tumbuhan pada Kementerian Pertanian tahun anggaran 2013.

“Kami ungkap di tahun 2022 ini, saya perintahkan langsung Deputi Penindakan KPK untuk menahan paksa oknum penyelenggara negara yang menjadi pejabat terkait di tahun 2012 (Eks Dirjen Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Hasanuddin Ibrahim), berikut pihak-pihak swasta yang terlibat ‘hengki pengki’ mencuri hak petani. Ingat, jangan coba-coba!,” ungkapnya.

Tim Pantau
Editor
Muhammad Rodhi
Penulis
Muhammad Rodhi