Jaksa Sebut Doni Salmanan Transfer Rp400 Juta ke Rizky Febian

Headline
Terdakwa kasus penipuan investasi opsi biner, Doni Salmanan, mengikuti sidang secara daring yang digelar PN Bale Bandung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (4/8/2022). ANTARA/Bagus Rizaldi

Pantau – Setidaknya tiga selebriti disebut menerima uang dari terdakwa kasus penipuan Doni Salmanan. Mereka adalah Rizky Febian, Reza Arap dan Rizky Billar.

“Terdakwa Doni Salmanan memberikan sejumlah uang kepada kalangan artis Tanah Air dan pihak lain,” kata tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) saat membacakan surat dakwaan di Pengadilan Negeri (PN) Bale Bandung, Jalan Jaksa Naranata, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Kamis (4/8/2022).

JPU menyebut Doni Salmanan memberikan uang Rp400 juta kepada Rizky Febian pada September 2021. Uang ditransfer Doni langsung ke rekening Rizky untuk kegiatan lelang.

“Hasil lelang tersebut dipergunakan untuk kegiatan donasi kepada masyarakat yang membutuhkan,” kata jaksa.

Selain Rizky, Doni juga memberikan uang Rp1 miliar kepada Reza Oktavian atau Reza Arap pada 3 Juli 2021 yang belakangan sudah dikembalikan. Kemudian uang Doni sebesar Rp10 juta juga mengalir ke Rizky Billar pada 29 Agustus 2021.

Terdakwa kasus penipuan investasi opsi biner Doni Salmanan didakwa menyebabkan para korban mengalami kerugian sebesar Rp24.366.695.782 oleh Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri Kabupaten Bandung.

“Akibat adanya berita bohong dan menyesatkan dari terdakwa tersebut, masyarakat yang tertarik menjadi konsumen untuk menggunakan jasa layanan Quotex,” kata jaksa penuntut umum yang diketuai Romlah dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Bale Bandung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (4/8/2022).

Jaksa mencatat ada sebanyak 142 orang yang menjadi korban kasus penipuan berkedok investasi itu menggunakan aplikasi Quotex. Adapun 142 orang korban itu mengalami kerugian mulai dari jutaan hingga miliaran.

Adapun Doni didakwa Pasal 45A ayat (1) jo Pasal 28 ayat (1) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, sebagaimana dakwaan kesatu.

Tim Pantau
Editor
Muhammad Rodhi