JNE Express Nggak Kapok Jalin Kerjasama dengan Pemerintah

Headline
Beras bantuan sosial (bansos) ditimbun dalam tanah di Depok. (Foto: Tangkapan layar)

Pantau – Vice President Quality and Facilty Management JNE, Samsul Djamaludin mengaku tidak kapok dengan kejadian yang menimpa institusinya belakangan ini.

Ia menyatakan, kasus penguburan beras bantuan sosial (bansos) Presiden Joko Widodo (Jokowi) atau Banpres di Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat merupakan salah satu risiko kerja yang dijalaninya saat bekerja sama dengan pemerintah.

“Selalu ada risiko dalam proses membantu pemerintah. Tapi kita nggak pernah nyerah. Karena kita tahu kita juga membantu pemerintah niat kita mulia, jadi nggak kapoklah kita,” ucap Samsul, Kamis (4/8/2022).

Sebelumnya diberitakan, raksasa ekpedisi dan distributor Indonesia, PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE Express) menyampaikan permohonan maafnya ke publik usai mencuatnya kasus penguburan 3,4 ton beras bantuan sosial (bansos) di tanah lapang milik Rudi Samin di Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat hari ini.

“Saya ucapkan mohon maaf kepada seluruh stakeholder yang mungkin selama seminggu ini melihat kegaduhan,” kata Vice President of Marketing JNE Express, Eri Palgunadi dalam konferensi pers.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah meminta keterangan perusahaan ekspedisi JNE Express dalam kasus penimbunan beras bansos di Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat.

Tim Pantau
Editor
Khalied Malvino