JNE Minta Maaf Buntut Kasus Penguburan Beras Bansos di Depok

Headline
JNE Express. (Foto: Tangkapan layar)

Pantau – Raksasa ekpedisi dan distributor Indonesia, PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE Express) menyampaikan permohonan maafnya ke publik usai mencuatnya kasus penguburan 3,4 ton beras bantuan sosial (bansos) di tanah lapang milik Rudi Samin di Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat, Kamis (4/8/2022).

“Saya ucapkan mohon maaf kepada seluruh stakeholder yang mungkin selama seminggu ini melihat kegaduhan,” kata Vice President of Marketing JNE Express, Eri Palgunadi dalam konferensi pers.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah meminta keterangan perusahaan ekspedisi JNE Express dalam kasus penimbunan beras bansos di Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan menyatakan bahwa JNE memaparkan proses distribusi beras bansos sebelum viralnya video penimbunan di dalam tanah.

“JNE bekerja sama dengan vendor PT DNR. DNR inilah selaku pemegang distribusi beras bansos dari pemerintah kepada masyarakat yang berhak menerimanya, untuk wilayah Depok pada tahun 2020,” kata Zulpan dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (1/8/2022).

Sebagai distributor, JNE yang berkolaborasi dengan PT DNR ini mendapat tugas menyalurkan beras bansos kepada warga yang namanya sudah terdaftar di data Kementerian Sosial (Kemensos).

“Kemudian JNE sebagai pihak jasa kurir yang mengantar pihak penerima yang namanya sudah ada dalam list yang dibuat pemerintah,” jelasnya.

“Jumlah beras yang dikirim oleh JNE dengan kontraknya dengan PT DNR ini berdasarkan pemeriksaan hari ini disampaikan ratusan ribu ton,” tambahnya.

Tim Pantau
Editor
Khalied Malvino