Komisi III DPR Sambut Baik Ketegasan Kapolri Ungkap Tabir Kasus Tewasnya Brigadir J

Headline
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni. (Foto: Geraldi/Man via dpr.go.id)Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni. (Foto: Geraldi/Man via dpr.go.id)

Pantau – Komisi III DPR RI menyambut baik pernyataan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam mengungkap tabir penembakan antarpolisi di rumah dinas mantan Kadiv Propam Ferdy Sambo yang menewaskan Brigadir J alias Nopryansyah Yoshua Hutabarat.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Fraksi Partai NasDem, Ahmad Sahroni menilai, langkah tegas Listyo merupakan bentuk keseriusan dan transparansi Polri dalam mengusut tuntas kasus di lembaga internalnya.

“Tentunya kami semua pada malam ini mengikuti siaran pers langsung Pak Kapolri Listyo Sigit Prabowo terkait perkembangan kasus penembakan atas Brigadir J,” tutur Sahroni dalam keterangan, Kamis (4/8/2022).

“Saya melihat ini adalah bentuk keseriusan dan transparansi yang profesional dari polisi, di mana semua informasi jadi terbuka dan terang benderang,” sambungnya.

Sahroni pun ‘angkat topi’ atas sikap tegas Listyo sebagai Kapolri mengungkap kasus kematian Brigadir J yang juga anak buahnya di institusi Polri. Sahroni pun turut menanti perkembangan terbaru dari kasus ini.

“Saya pribadi salut atas sikap Pak Kapolri yang dengan tegas dan tak ragu mengungkapkan perkara yang tentunya sedang ditunggu-tunggu Publik. Karenanya, kita semua berharap agar perkara ini cepat selesai dan tidak ada lagi berita yang beredar dengan analisa berbeda-beda,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan akan memeriksa 25 personil Polri menghambat tugas dalam menangani kasus tewasnya Brigadir J alias Nofriansyah Yoshua Hutabart.

“Jadi tim Inspektorat Khusus (Irsus) yang dipimpin Irwasum telah memeriksa sampai saat ini 25 personil dan proses masih terus berjalan,” tegas Listyo.

25 personil ini, kata Kapolri, diperiksa terkait ketidakprofesionalan dalam penanganan olah TKP, dan beberapa hal yang dinilai sebagai penghambat proses olah TKP kasus penembakan antarpolisi di rumah dinas Kadiv Propam nonaktif Irjen Ferdy Sambo di Kompleks Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan.

“Di mana 25 personil ini kita periksa ketidakprofesionalan alam penanganan dan juga beberapa hal yang kita anggap bahwa itu membuat proses olah TKP dan juga hambatan-hambatan dalam hal penanganan TKP dan penyidikan yang tentunya kita ingin bahwa semuanya berjalan dengan baik,” ungkap Listyo.

Tim Pantau
Editor
Khalied Malvino