Mahfud Md Sebut Berkas P-21 Ferdy Sambo jadi Simbol Tuntasnya Tugas Polri di Kasus Pembunuhan Brigadir J

Headline
Menko Polhukam, Mahfud Md. (Foto: Instagram @mohmahfudmd)Menko Polhukam, Mahfud Md. (Foto: Instagram @mohmahfudmd)

Pantau – Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md menuturkan, berkas perkara P-21 milik tersangka Ferdy Sambo menjadi simbol tugas Polri sudah selesai dalam menunaikan proses hukum pembunuhan Brigadir J alias Nopriansyah Yosua Hutabarat.

“Harapan kita semua setelah (kasus) Pak Sambo rampung, tugas Polri menurut saya selesai, beralih. Oleh sebab itu, kita semua akan mengawal Kejagung,” kata Mahfud dalam acara konferensi pers rilis survei Indikator Politik secara daring, Minggu (2/10/2022).

Mahfud menambahkan, kini Kemenko Polhukam sudah berkoordinasi dengan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) Kejaksaan Agung (Kejagung). Mahfud mendorong agar jaksa terbaik bisa dipilih dan dikarantina demi menghindari teror.

“Kita sudah koordinasi dengan jampidum agar dipilih jaksa terbaik dan dikarantina agar tidak ada yang meneror, menghubungi dan sebagainya dan itu sudah dilakukan,” ujarnya.

Mahfud menerangkan, kepercayaan terhadap insan Polri, terutama sosok Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo semakin meningkat saat proses hukum penanganan kasus yang melibatkan Ferdy Sambo.

Menurut Mahfud Md, peningkatan kepercayaan ini disebabkan ketegasan Kapolri dalam hal menentukan langkah dan mengambil sikap selama perkara Ferdy Sambo berjalan.

“Dari perjalanan kasus ini kita sebenarnya bisa mengambil kesimpulan yang sejajar temuan Pak Burhan (Direktur Eksekutif Indikator Politik Burhanudin Muhtadi) tadi, kepercayaan terhadap Polri itu naik, tetapi berbeda kepercayaan terhadap institusi dan Kapolri. Kepercayaan terhadap Kapolri lebih tinggi daripada kepercayaan terhadap institusinya. Nah menurut saya ini benar karena bagaimanapun kasus Sambo itu bisa saja tersendat atau berbelok kalau Kapolri tidak tegas,” kata dia.

“Jadi di sini Kapolri selalu menyesuaikan dengan aspirasi masyarakat misalnya bahwa skenarionya harus diubah dari tembak menembak menjadi pembunuhan, bahwa harus diautopsi ulang, itu Polri mengikuti terus tuh dan dilakukan. Termasuk aspirasi masyarakat agar misalnya Putri itu ditahan,” imbuhnya.

Mantan Ketua MK ini berharap Kejagung dapat menjalankan proses hukum Sambo dengan baik karena menyangkut masalah kemanusiaan.

“Oleh sebab itu, kita harapan ini juga bisa terjadi di Kejaksaan Agung dan kita kawal karena ini menyangkut masalah kemanusiaan. Kalau korupsi barangkali masih bisa main-main dengan korupsi orang yang mengawasi itu, kalau ini mudah-mudahan semuanya tersentuh, ini masalah kemanusiaan,” kata dia.

Tim Pantau
Editor
Khalied Malvino
Penulis
Khalied Malvino