Pascapemecatan oleh Bharada E, Deolipa Yumara Bungkam dan Sulit Dihubungi

Headline
Bharada E mencabut pemberian kuasa pada Deolipa Yumara dan tim pengacara. (Istimewa)Bharada E mencabut pemberian kuasa pada Deolipa Yumara dan tim pengacara. (Istimewa)

Pantau – Kuasa hukum Bharada E alias Richard Eliezer, Deolipa Yumara bungkam saat tim Pantau.com berupaya menghubunginya melalui sambungan telepon seluler pada Jumat (12/8/2022).

Hingga beberapa kali dihubungi via WhatsApp baik melalui pesan singkat dan sambungan telepon, Deolipa belum juga merespons tim Pantau.com sejak pagi.

Upaya konfirmasi ini masih terus ditempuh tim Pantau.com untuk mendapatkan informasi perihal pemecatan Deolipa Yumara dan tim kuasa hukum Bharada E setelah beredarnya surat pencabutan kuasa kepada Deolipa Yumara dan tim pengacara.

Sebelumnya diberitakan, Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E, tersangka kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J, mencabut pemberian kuasa kepada Deolipa Yumara dan tim pengacara.

Dalam surat yang diketik itu dibubuhkan tanda tangan Bharada E di atas materai.

“Ini saya dapat WA dari anak buah saya pengacara. Surat pencabutan kuasa, tapi surat pencabutan kuasa ini tulisannya diketik,” ujar Deolipa dalam wawancara di Metro TV, Kamis (11/8/2022).

“Biasanya Eliezer ini suka tulis tangan, tapi ini diketik dan ditandatangani,” sambungnya.

Deolipa kemudian membacakan isi surat itu, yang intinya adalah mencabut kuasa.

“Yang bertanda tangan di bawah ini, saya Richard Eliezer Pudihang Lumiu. Terhitung 10 Agustus 2022 mencabut kuasa yang telah diberikan kepada Deolipa Yumara dan Muhammad Burhanuddin,” kata Deolipa membacakan surat.

 

Tim Pantau
Editor
Khalied Malvino