Pelatih Arema FC Sebut Aparat Kebablasan saat Tragedi Kanjuruhan

Headline
Foto arsip. Pelatih Arema FC Javier Roca. (ANTARA/HO-Arema FC)

Pantau – Pelatih Arema FC, Javier Roca mengkritik pihak aparat penegak hukum yang bertindak kebablasan saat Tragedi Kanjuruhan. Diketahui, tindakan aparat hukum menembakkan gas air mata hingga menimbulkan banyak korban jiwa.

Berdasarkan versi pemerintah, data korban meninggal hingga kini tercatat 125 orang, sementara 304 orang mengalami luka ringan, serta 21 orang luka berat. Dalam laga maut itu, Arema FC kalah dari Persebaya Surabaya dengan skor 2-3 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur (Jatim), Sabtu (1/10/2022) malam.

“Terlihat stadion tidak siap. Mereka tidak mengharapkan kekacauan sebesar itu. Itu bak longsoran salju. Tidak ada yang seperti ini pernah terjadi di stadion, dan itu runtuh oleh jumlah orang yang ingin melarikan diri,” katanya Javier Roca kepada media Spanyol Cadena Ser.

“Saya kira polisi juga melampaui batas, padahal saya tidak di lapangan dan tidak merasakan hasilnya. Melihat gambar-gambar itu, mungkin mereka bisa menggunakan teknik lain,” jelasnya.

“Ini juga stadion yang harusnya sudah pensiun. Kami juga berada di kota yang relatif kecil, tidak ada cukup kapasitas untuk tiba,” terangnya.

Presiden Arema FC minta maaf

Diberitakan sebelumnya, Presiden Arema FC, Gilang Widya Pramana, meminta maaf dan menyatakan bahwa dirinya siap bertanggung jawab penuh atas Tragedi Kanjuruhan.

“Saya siap bertanggung jawab penuh atas insiden tersebut. Permohonan maaf saya yang sebesar-besarnya kepada korban, masyarakat Indonesia atas kejadian yang menimpa keluarga besar Aremania pada 1 Oktober 2022,” ujar Gilang di kantor Manajemen Arema di Malang, Senin (3/10/2022).

Gilang mengatakan, baik manajemen, pelatih maupun pemain syok, bersedih dan tidak bisa berkata-kata atas insiden tersebut. Dia sangat menyesali kejadian yang berujung meninggalnya ratusan orang itu.

“Saya siap memberikan bantuan, santunan, meskipun itu tidak akan bisa mengembalikan nyawa korban,” kata pria yang akrab disapa Juragan 99 itu.

Saat ini, lanjut Gilang, dirinya bersama pemain dan pelatih akan melakukan tabur bunga di Stadion Kanjuruhan. Setelah kegiatan tabur bunga, pihaknya akan melayat ke rumah korban.

“Kami datang memberikan bantuan, santunan dan semangat kepada mereka,” kata Gilang menambahkan.

“Kejadian ini di luar prediksi, di luar nalar. Di pertandingan itu semua pendukung kita, tidak ada satu pun pendukung lawan. Bagaimana bisa kejadian menewaskan ratusan orang. Kejadian yang mungkin tidak akan ada di dunia,” kata Gilang sambil terisak.

Gilang menegaskan, Arema FC siap menerima sanksi apapun dari PSSI ataupun pemerintah.

“Saya siap menerima apapun. Sanksi apapun yang akan didapatkan. Saya tidak ada maksud mencari uang. Selama jadi presiden tidak ada satu rupiah masuk ke rekening. Maka tidak boleh ada lagi nyawa yang hilang. Semoga jadi pelajaran dan diambil hikmah,” pungkasnya.

Tim Pantau
Editor
Khalied Malvino
Penulis
Khalied Malvino