Pengacara AKBP Doddy Prawiranegara Singgung Psiko Hierarki dalam Kasus Narkoba Irjen Teddy Minahasa

Headline
Ilustrasi - Narkoba jenis sabu-sabu. (ANTARA/Abdul Aziz)Ilustrasi - Narkoba jenis sabu-sabu. (ANTARA/Abdul Aziz)

Pantau – Pengacara AKBP Doddy Prawiranegara, Adriel Viari Purba menyinggung adanya psiko hierarki terkait pencabutan BAP awal Irjen Teddy Minahasa dalam kasus narkoba.

“Itu strategi pembelaan yang dilakukan lawyernya pak TM, saya nggak bisa ikut campur tapi sekali lagi saya bilang pak TM tobat, jangan mengada-ngada, jangan menggiring opini ataupun mengaburkan 5 kilo itu,” ujar Adriel Viari Purba kepada wartawan, Jumat (18/11/2022).

“Saya juga kepada pejabat publik mengenai psiko hierarki yang di mana sampai saat ini secara kepangkatan Pak TM ini masih atasanya klien saya, pasti kan dia takut untuk membuka,” tutur Adriel.

Adriel menyebut, jaringan Irjen Teddy Minahasa sangat luas. Secara psiko hierarki, Doddy Prawiranegara takut dan tunduk atas perintah atasannya, Teddy Minahasa.

Adriel lalu menyinggung soal prestasi Doddy, salah satunya menolak Rp10 miliar. Maka, hal yang mustahil jika Doddy menjual barang bukti sabu tanpa perintah Teddy Minahasa.

“Saya mau sampaikan juga prestasinya Pak Doddy, dia kan salah satu orang yang berprestasi di kepolisian, dia menangani kasus pembunuhan di Kuta, dan menolak Rp 10 miliar, saya rasa nggak mungkin dia melakukan itu kalau tidak atas perintah Pak TM. Secara fakta saya lihat memang jelas,” lanjutnya.

Adapun Irjen Teddy Minahasa resmi mencabut seluruh berita acara pemeriksaan (BAP) terkait kasus kasus dugaan penyalahgunaan narkotika yang menjerat dirinya dan mengklaim tidak ada kaitannya dengan barang bukti dalam kasus tersebut.

Tim Pantau
Penulis
Khalied Malvino