Petugas PPSU Lindas Pacar dengan Motor Bakal Diproses Hukum Meski Kekasih Tak Lapor Polisi

Headline
Petugas PPSU aniaya pacarnya yang juga anggota PPSU viral di media sosial. (Tangkapan layar/Instagram)Petugas PPSU aniaya pacarnya yang juga anggota PPSU viral di media sosial. (Tangkapan layar/Instagram)

Pantau – Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Yandri Irsan menegaskan pihaknya tetap melanjutkan proses hukum dengan membuat laporan terkait kasus petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) DKI Jakarta yang melindas pacarnya.

“Kita lanjut proses hukum, malam ini saksi-saksi kita lakukan pemeriksaan,” kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Yandri Irsan kepada wartawan, Selasa (8/8/2022).

Yandri menambahkan, pihak kepolisian juga telah meminta hasil visum korban. Kini kasusnya ditangani Polsek Mampang Prapatan.

Sementara itu, Kapolsek Mampang Prapatan Kompol Supriadi menyebutkan bahwa laporan model A dibuat oleh anggota polisi yang mengetahui adanya peristiwa pidana.

“Lanjut iya lanjut (proses hukum). Kita yang bikinkan LP (laporan polisi),” kata Supriadi.

Ia menambahkan, polisi yang membuat laporan telah berkoordinasi dengan pimpinan sehingga proses hukum berlanjut, walaupun korban enggan bikin laporan polisi.

“Setelah saya pertimbangkan, saya koordinasi dengan pimpinan, bisa kita bikinkan LP-nya bisa kita proses,” ucapnya.

Respon Wagub DKI

Aksi seorang petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) DKI Jakarta menganiaya pacarnya yang juga merupakan petugas PPSU viral di media sosial.

Setelah video itu viral, pelaku penganiayaan berinisial Z, langsung diamankan. Tak hanya itu, Pemprod DKI Jakarta juga langsung memecat Z sebagai petugas PPSU.

“Kami sangat kecewa setelah melihat video yang diunggah di akun IG @merekamjakarta terkait tindak kekerasan seorang anggota PPSU terhadap seorang perempuan yang diduga pacarnya di Jalan Kemang Dalam IV, Bangka, Mampang Prapatan Jakarta Selatan,” ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria dalam keterangan di akun Instagram pribadinya.

“Pelakunya langsung kami pecat. Kami mengecam keras tindakan brutal dan tak bermoral itu. Sangat disayangkan, tindakan kekerasan seperti itu tidak boleh terjadi. Apa pun alasannya,” Wagub menambahkan.

Wagub mengatakan langsung menghubungi asisten pemerintah dan lurah wailayah terkait untuk meminta peristiwa ini diproses dan usut tuntas, pelaku supaya diberi sanksi tegas.

“Saya juga sudah meminta Dinas PPAPP agar korban segera diberi pendampingan dan berkoordinasi dengan Dinkes untuk pengobatan yang bersangkutan,” kata Wagub.

Kemudian, Wagub juga melapor dan berkoordinasi dengan kepolisian serta rumah Sakit agar korban divisum jika diperlukan.

“Pemprov DKI Jakarta akan menanggung pengobatan tersebut,” kata Wagub.

Wagub menyatakan kejadian kekerasan seperti ini tidak boleh terjadi lagi. Kepada seluruh warga DKI Jakarta, Wagub mengimbau untuk senantiasa menjaga keamanan, kenyamanan dan kondusivitas Jakarta.

“Cegah, laporkan tindak kekerasan dan kejahatan lainnya. Untuk seluruh warga Jakarta, dinas @dppappdki menyediakan konsultasi gratis tentang perlindungan anak dan perempuan, silakan hubungi no: 0813 1761 7622 (aktif 24 jam),” ujar Wagub.

Aksi kekerasan anggota PPSU terhadap pacarnya viral

Seorang petugas Penangan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) DKI Jakarta menganiaya pacarnya yang juga merupakan petugas PPSU.

Seperti dilihat Pantau.com, dalam video viral yang diunggah oleh akun Instagram @merekamjakarta, tampak pelaku berinisial Z sedang menendang dan menjambak korban berinisial E.

Tidak puas, Z menaiki sepeda motornya lalu melindas E dengan dan kemudian korban terjungkir.

Pada video yang diunggah itu tertulis peristiwa tersebut terjadi di pinggir Jalan Kemang Dalam VI, Bangka, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, pada Senin (8/8/2022) siang.

Selain itu juga diinformasikan bahwa pelaku merupakan petugas PPSU Rawa Barat dan korban petugas PPSU Bangka.

Lurah Bangka, Firdaus Aulawy, membenarkan peristiwa penganiayaan tersebut.

“Benar di Jalan Kemang VI RT 3 RW 3. Kejadian kemarin sekitar pukul 12.30 WIB,” ujarnya kepada awak media.

Firdaus mengatakan bahwa motif dari kejadian ini adalah pelaku yang cemburu. “Ceritanya katanya cemburu si Z,” katanya.

Menurut Firdaus, video viral ini berawal dari orang yang lewat di sekitar lokasi melihat ada laki-laki sedang menganiaya perempuan, kemudian langsung direkam.

Firdaus menyampaikan kondisi terkini dari E setelah ditendang, dijambak, dan dilindas itu dalam keadaan baik dan secara fisik tidak ada luka yang terlihat.

Pihaknya juga menyarankan korban untuk visum namun menolak. “Kita sarankan visum, yang bersangkutan tidak berkenan,” kata Firdaus.

Tim Pantau
Editor
Khalied Malvino