Polri Beberkan Penguburan Beras Bansos Presiden Setara 139 KPM

Headline
Beras bantuan sosial (bansos) ditimbun dalam tanah di Depok. (Foto: Tangkapan layar)

Pantau – Karopenmas Divhumas Mabes Polri Brigjen Ahmad Ramadhan mengungkapkan bahwa PT Indah Berkah Bersaudara (JNE Depok) mengubur beras terhitung sejak 5 November 2021 dalam kasus pemendaman beras bansos dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat.

“Sudah ada berita acara pemendaman beras seberat 3.675 kilogram atau sekitar 289 karung, setara dengan 139 Keluarga Penerima Manfaat (KPM),” terang Ramadhan seperti dilihat tim Pantau.com dari salah satu tv swasta, Selasa (2/8/2022).

Sebelumnya diberitakan, Polri mengungkapkan pihaknya telah menerima laporan RS perihal adanya penimbunan beras Bantuan Presiden (Banpres) merk ‘Beras Kita’ premium dengan berat 5, 10, dan 20 kilogram serta beberapa beras yang berhamburan di tanah lapang Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat.

“Beras-beras tersebut dilakukan pengamanan dan diberikan garis polisi oleh Polres Depok,” kata Ramadhan.

Sementara itu, kata Ramadhan, saudara SJ selaku Vice President of Quality & Fasility JNE diketahui membuat perjanjian kerjasama pembukuan Kantor Cabang Utama (KCU) PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE Express) bekerjasama dengan PT Indah Berkah Bersaudara (JNE Depok).

“Yang melaksanakan pemendaman beras di Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat adalah PT Indah Berkah Bersaudara (JNE Depok),” lanjut Ramadhan.

Dalam hal ini, menurut mereka tidak ada pengaturan cara pemusnahan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) JNE apabila barang kiriman rusak dan sudah seizin JNE pusat.

Tim Pantau
Editor
Khalied Malvino