Ponpes Beberkan Santri Tewas Dipukul Senior sebagai Sanksi Tak Jalani Piket Kebersihan

Headline
Ilustrasi. (Foto: Pixabay)Ilustrasi. (Foto: Pixabay)

Pantau – Pihak Pondok Pesantren (Ponpes) Ta’mirul Islam, Sragen menyebutkan, aksi kekerasan berujung tewasnya DWW (15) santri asal Ngawi, Jawa Timur berawal sanksi dari santri senior kepada juniornya.

anggota Forum Masyaikh Ponpes Ta’mirul Islam, Muhammad Wazir Tamam menuturkan, korban dipukul bersama temannya yang lain sebagai sanksi akibat tak mengerjakan piket kebersihan.

“Kemarin malam Ahad, mereka pamit kepada pengurus rayon. Mereka izin menyelenggarakan evaluasi kebersihan rayon, maka diizinkan pengurus,” kata Wazir, Kamis (24/11/2022).

Dalam sanksi dan evaluasi tersebut, Wazir mengungkapkan, Wazir memanggil juniornya yang tak mengerjakan piket kebersihan. Mereka menawarkan korban mau menerima sanksi cepat atau lambat.

Baca juga: Tiga Penganiaya Santri hingga Tewas di Sragen Dikeluarkan dari Ponpes dan Dikarantina

“Ditanyai mau sanksi singkat lama atau singkat. Sanksi lama itu sanksi kebersihan setiap sore selama dua minggu. Kalau sanksi cepat dipukul, mereka ada yang memilih sanksi cepat. ini cerita anak-anak seperti itu,” ucapnya.

“Ada yang maju, terjadilah kekerasan. Itu tidak dibenarkan,” sambungnya.

Wazir menuturkan, ada beberapa sanksi yang menerima sanksi fisik tersebut. Namun sanksi fisik yang diberikan kepada DWW malah berujung fatal, hingga korban meninggal dunia.

“Lalu anak-anak disuruh pasang kuda-kuda dan dipukul, ada tiga atau empat anak yang dipukul. Yang lain tidak mengapa. Korban kebetulan punya penyakit asma, kita lihat obat-obatan dari lemarinya obat-obatan asma, mungkin sesak napas,” ujarnya.

Kini kasus tersebut ditangani pihak kepolisian. Ponpes Ta’mirul Islam, Sragen, Jateng, masih berjalan normal, karena santri lainnya akan menghadapi ujian.

Baca juga: Santri Tewas Dianiaya Senior, Begini Respons Pimpinan Ponpes Ta’mirul Islam Sragen

Tim Pantau
Editor
Khalied Malvino
Penulis
Khalied Malvino