Siap-siap! Ngeprank Bisa Kena Pasal Pidana RKUHP

Headline
Ilustrasi (Foto: Pixabay)Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau – DPR bakal mengesahkan RKUHP dalam Rapat Paripurna dalam waktu dekat. RKUHP ini bakal menggeser KUHP warisan Belanda, salah satunya muncul pengakuan hukum adat.

Dalam draf RKUHP, tercantum aturan pidana bagi orang yang membuat prank. Aturan pidana untuk tindakan ngeprank itu diatur dalam Pasal 331 RKUHP. Berikut isinya:

“Setiap Orang yang di tempat umum melakukan kenakalan terhadap orang atau barang yang dapat menimbulkan bahaya, kerugian, atau kesusahan dipidana dengan pidana denda paling banyak kategori II.”

Baca juga: Komisi III DPR Bawa RKUHP ke Rapat Paripurna

Dalam pasal tersebut, pelaku ngeprank bisa didenda kategori II. Hal ini juga termaktub dalam Pasal 79 ayat 1 huruf b yang menyebutkan:

“Pidana denda paling banyak ditetapkan berdasarkan kategori II Rp 10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah).”

Terdapat ilustrasi yang menjelaskan Pasal 331 RKUHP ini, yaitu:

“Yang dimaksud dengan ‘kenakalan’ misalnya mencoret-coret tembok di jalan umum.”

Baca juga: Dewan Pers Minta Presiden Jokowi Tunda Pengesahan RKUHP

RKUHP juga melarang semua orang berbuat berisik saat malam hari hingga mengusik tetangga. Jika tak terima, si tetangga bisa melapor ke polisi. Hal iini diatur dalam bab ‘Gangguan terhadap Ketentraman Lingkungan dan Rapat Umum’.

“Dipidana dengan pidana denda paling banyak kategori II, setiap orang yang mengganggu ketenteraman lingkungan dengan membuat hingar-bingar atau berisik tetangga pada malam; atau membuat seruan atau tanda-tanda bahaya palsu,” demikian bunyi Pasal 265 RKUHP.

Tim Pantau
Editor
Khalied Malvino
Penulis
Khalied Malvino