Tertawa saat JPU Tuntut 5 Tahun Bui, Habib Bahar: Penuh Kemunafikan!

Headline
Habib Bahar bin Smith. (Foto: Antara/Raisan Al Farisi)Habib Bahar bin Smith. (Foto: Antara/Raisan Al Farisi)

Pantau – Habib Bahar bin Smith menyebut dakwaan terhadap dirinya dibalut dengan kepalsuan. Hal itu ia lontarkan saat pembacaan pleidoi atau nota pembelaan atas tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) 5 tahun penjara dalam kasus dugaan penyebaran hoaks atau berita bohong.

“Saya tertawa melihat isi dakwaan ‘untuk keadilan’ tapi nyatanya isinya bohong. Penuh kemunafikan dan kepalsuan,” ujar Habib Bahar dalam sidang beragenda pembacaan pleidoi di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Kamis (4/8/2022).

Habib Bahar menilai apa yang ia jalani saat ini bukanlah keadilan. Ia mengungkapkan, banyaknya penista agama malah tak diproses hukum, bahkan ia menyindir para koruptor yang masih merajalela di Indonesia.

“Saya yakin, tuntutan lima tahun bukan kemauan mereka (JPU). Tapi intervensi atasan. Makanya saya bilang jangan untuk keadilan, tapi kezaliman. Mana keadilan, saya ditangkap secepat kilat, belum diperiksa saksi sudah ditahan,” katanya.

Habib Bahar juga merasa ganjil lantaran ceramahnya dinilai mengakibatkan keonaran. Padahal, Habib Bahar menyinggung para pejabat yang kerap kali menyampaikan kebohongan publik tapi tak diproses hukum.

“Keonaran daring gara-gara saya ceramah. Beda pendapat di media sosial, apakah adil? Kenapa banyak pejabat berbohong, berdusta, ingkar janji, bukankah itu kebohongan yang di dalamnya ada keonaran, bahkan keonaran daring, banyak rakyat susah. Apa ini disebut keadilan?” kata Bahar dengan nada suara tinggi.

Sebelumnya diberitakan, JPU Kejaksaan Tinggi (Kejati) menuntut Habib Bahar bin Smith 5 tahun penjara lantaran terbukti menyebarkan hoaks ketika ceramah di Bandung, Jawa Barat.

Sidang Habib Bahar bin Smith berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LL RE Martadinata, Kota Bandung, Kamis (28/7/2022).

“Menuntut terdakwa HB Assayid Bahar bin Ali bin Smith dengan pidana penjara selama 5 tahun,” ujar JPU.

JPU menilai Habib Bahar menyebarkan hoaks atau berita bohong ketika ceramah di Bandung. Dia dinilai melanggar Pasal 14 ayat 1 UU nomor 1 Tahun 1946 Jo Pasal 55 KUHPidana.

Tim Pantau
Editor
Khalied Malvino