Infografis Aksi Koboi Todong Senjata Gegara Rebutan Toilet di Kafe Senopati, Jaksel

Headline
Seorang pengunjung menodongkan senjata api ke pengunjung lain saat terjadi keributan di kafe kawasan Kemang, Jakarta Selatan. (Tangkapan layar)Seorang pengunjung menodongkan senjata api ke pengunjung lain saat terjadi keributan di kafe kawasan Kemang, Jakarta Selatan. (Tangkapan layar)

Pantau – Dua pria terkait aksi koboi dengan menodongkan senjata api ke pengunjung Kafe Vol Bottle Senopati, Jakarta Selatan, sudah ditangkap.

Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol. Budhi Herdi Susianto, menjelaskan keributan hingga aksi penodongan pistol dipicu karena rebutan toilet.

Setelah keluar, pria yang ada di dalam kamar mandi cekcok dengan AA. Karena tidak terima, pria yang tadi di kamar mandi kemudian memanggil temannya.

Kemudian keributan terjadi antara AAR dengan AA. Sampai akhirnya AAR tiba-tiba memukul AA dengan alat terbuat dari baja yang dipakai di jari tangan atau knuckle, sampai jatuh jatuh.

Di ruangan itulah justru IR mengacungkan benda yang diduga senjata api ke arah korban dan juga teman-temannya di lokasi.

AAR mengaku sebagai polisi berpangkat Kombes, ia juga dijuluki teman-temannya Kombes S.

Saat ini AAR dan IR sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Polres Jakarta Selatan. AAR dijerat Pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan. Sementara, pemilik senjata, IR dijerat UU Darurat dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara.

AAR Serahkan Diri tapi Bawa Pistol Mainan
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan, Ajun Komisaris Besar Polisi Ridwan Soplanit mengatakan tersangka IR yang melakukan aksi “koboi” di Kafe Vol Bottle, Senopati, sempat menunjukkan dan menyerahkan barang bukti berupa pistol mainan.

Saat penggeledahan, polisi menemukan senjata “airsoft gun” dengan jenis Baretta yang berbeda dari bentuk pistol mainan yang diserahkan sebelumnya.

Lebih lanjut, Ridwan mengungkapkan alasan tersangka IR membawa pistol mainan lantaran sebagai alibi agar tidak terjerat undang-undang mengenai kepemilikan senjata secara ilegal.

Simak info grafisnya:

Tim Pantau
Editor
Desi Wahyuni
Penulis
Desi Wahyuni