Pantau Flash
Blak-blakan Menkes: Pemerintah Tidak Ada Rencana untuk Subsidi Test PCR
Maluku Utara Diguncang Gempa 5,1 Magnitudo, Berpusat di Kedalaman 92 Km
Kabar Gembira! Menkes Buka Peluang Vaksinasi Usia 5-11 Tahun Dimulai Awal 2022
Polri Ringkus Komplotan Judi dan Pornografi Online, Raup Rp4,5 Miliar per Bulan
Kapolda Sumut Copot Kapolsek Kutalimbaru, Buntut Ulah Anak Buahnya Cabuli Istri Tahanan

Infografis Marital Rape, Pidana Perkosaan Suami-Istri di RUU KUHP 2019

Headline
Infografis Marital Rape, Pidana Perkosaan Suami-Istri di RUU KUHP 2019 Ilustrasi (Pantau.com/Amin H. Al Bakki)

Pantau.com - Panitia Kerja (Panja) Rancangan Undang-undang (RUU) KUHP terus mengebut penyelesaian RUU yang bertujuan untuk mengatur seluruh tindak kejahatan yang terdapat di Indonesia.

Ada beberapa hal yang diubah dalam RUU KUHP yang baru ini salah satunya mengenai tindak pidana perkosaan. Definisi perkosaan dalam RUU KUHP yang baru ini mengalami perluasan. Di UU KUHP saat ini, perkosaan terjadi apabila pelaku dan korban tidak terikat perkawinan. Hal itu tercantum dalam Pasal 285 yang berbunyi:

Barang siapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa seorang wanita bersetubuh dengan dia di luar perkawinan, diancam karena melakukan perkosaan dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun.

Baca Juga: DPR... Serius Nggak Sih Urusi RUU PKS?

Sementara di RUU KUHP yang baru, perkosaan jadi bisa dilakukan oleh pasangan suami dan istri yang terikat perkawinan atau dikenal dengan istilah marital rape

Seperti apa informasi selengkapnya? Mari simak infografis berikut ini.

Infografis mengenal marital rape di RUU KUHP yang baru (Pantau.com/Amin H. Al Bakki)

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Category
Infografis

Berita Terkait: