Pantau Flash
Menko Marinves Klaim Bank Dunia Puji Ketangguhan Ekonomi Indonesia
Seluruh Kecamatan di Kota Medan Masuk Zona Merah COVID-19
PSBB Bodebek Kembali Diperpanjang hingga 2 Juli 2020
Nihil Kasus Baru di 6 Provinsi, Positif COVID-19 di Indonesia 29.521 Kasus
PSBB di Kota Bekasi Diperpanjang hingga 2 Juli 2020

Infografis Mengenal 'Si Baper' Melalui Kaca Mata Psikologi

Infografis Mengenal 'Si Baper' Melalui Kaca Mata Psikologi Ilustrasi baper (Pantau.com/Amin H. Al Bakki)

Pantau.com - Di dalam pergaulan orang Indonesia sehari-hari, tentu kita sering mendengar istilah 'baper' atau bawa perasaan. Istilah tersebut ditujukan untuk orang-orang yang memiliki rasa sensitif yang sangat tinggi sehingga gampang berempati atau mudah 'ngambek'.

Namun 'baper' tidak selamanya buruk. Di dalam terminologi psikologi, 'baper' adalah hal yang normal dengan catatan selama instensitifasnya dapat dikendalikan sehingga tidak mengganggu produktivitas dan hubungan dengan orang lain.

Baca Juga: Video Tangisan Anak Drivel Ojol Ini Bikin Baper

Dalam psikologi, 'baper' dikenal dengan istilah sensory-processing sensitivity (SPS). Orang dengan SPS berarti memiliki kesadaran lebih terhadap hal-hal yang ada di sekelilingnya.

Lalu seperti apa informasi selengkapnya? Mari simak infografis berikut ini.

Infografis mengenal arti baper menurut psikologi (Pantau.com/Amin H. Al Bakki)

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Category
Infografis

Berita Terkait: